Prof. Suteki: 212 Menyelamatkan Negara dari 'Street Justice'




TintaSiyasi.com-- Pakar Hukum Masyarakat Prof. Dr. Suteki, S.H., M.Hum menyebutkan bahwa peristiwa 212 (dua Desember 2016) yang terjadi empat tahun lalu sebagai bentuk penyelamatan negara dari street justice (hukum jalanan).

"Eigenrichting atau vandalisme atau street justice, ini kan berbahaya. Maka, 212 itu sebenarnya mencoba untuk menyelamatkan kita sebagai negara hukum," tuturnya dalam acara A Moment to Remind Reuni Akbar 212: Muhasabah dan Ukhuwah Untuk Menyatukan Langkah Umat, Rabu (02/12/2020) di kanal Youtube Rayah TV.

Menurutnya, peristiwa 212 adalah bentuk gugatan sosial yang berimplikasi dalam penegakkan hukum. "(Aksi) 212 itu adalah bentuk gugatan sosial sebenarnya. Dia berimplikasi dalam penegakan hukum terhadap penista agama yang memang merupakan penjahat yang harus diadili, " ujarnya.

Ia menilai, apabila tuntutan pencari keadilan tidak dipenuhi, mereka akan mencari jalannya sendiri. "Nah, kalau tidak kita adili maka pencari keadilan terutama umat Islam itu justru akan mencari jalannya sendiri," pungkasnya.[] Enggo Transinus

Posting Komentar

0 Komentar