Perang Pemikiran Tak Berimbang, Ustazah Dedeh: Umat Harus Siap Sambut Khilafah



TintaSiyasi.com-- Merespon perang pemikiran yang tidak seimbang antara para penentang Islam yang memiliki senjata kekuasaan dan umat islam yang mengandalkan akidah dan pemikiran Islam, Konsultan dan Trainer Keluarga Sakinah Hj Ir. Dedeh Wahidah Achmad menilai umat Islam harus meyakini janji Allah dan menyiapkan diri dalam menyongsong kedatangan Khilafah.

"Tugas kita adalah meyakini kebenaran janji Allah tersebut. Kemudian menyiapkan diri untuk berperan aktif dalam menyongsong kedatangannya," tuturnya dalam dalam acara Risalah Akhir Tahun (RATU) 2020: Berkah dengan Khilafah, Sabtu (26/12/2020), secara daring di ruang zoom.

Menurutnya, datangnya perubahan berupa hancurnya demokrasi kapitalis dan tegaknya khilafah merupakan perkara yang pasti karena merupakan janji Allah SWT dalam Al-Qur'an Surat an-Nur ayat 55 dan hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud ath-Thayalisi dan al-Bazzar. 

"Lalu akan ada kekuasaan diktator yang menyengsarakan. Ia juga ada dan atas izin Alah akan tetap ada. Selanjutnya, akan ada kembali Khilafah yang mengikuti manhaj  (metode) kenabian," ungkapnya.

Ia mengingatkan agar umat memahami sistem yang akan menyelamatkan mereka dari penderitaan di dunia dan akan menghantarkan pada keselamatan di akhirat kelak. "Jangan sampai umat salah dalam menentukan pilihan solusi yang pada akhirnya bukan membebaskan mereka dari kezaliman," ujarnya.

Menurutnya, sistem alternatif itu hanya satu, yakni sistem kehidupan yang berasal dari pencipta manusia yang dalam istilah fikih Islam disebut khilafah Islamiyah. "Kesadaran terhadap sistem pengganti ini sangat penting agar perubahan tidak salah arah. Selain itu, untuk menjaganya tetap konsisten di jalan perjuangan dan tidak terbelokkan oleh iming-iming, rayuan, dan lobi-lobi dari pihak lain yang ingin menjegal arus perubahan," tandasnya.

Oleh sebab itu, menurutnya umat harus memiliki kesiapan dalam menyongsong kedatangan khilafah.

Pertama, memahami metode perjuangan menegakkan khilafah. Ia menilai perjuangan tidak boleh ditempuh dengan metode yang salah. "Namun harus mencontoh jalan perjuangan yang sudah dilewati baginda Rasulullah SAW, yakni dakwah pemikiran," ujarnya.

Kedua, segera melibatkan diri dalam upaya dakwah untuk mencerdaskan umat. Menurutnya, setiap muslimah memiliki tanggung jawab untuk memahamkan muslimah di sekelilingnya. "Mereka harus disadarkan tentang kezaliman yang sedang terjadi dan diarahkan pada cahaya kebenaran Islam. Mereka pun mendapat penjelasan tentang aktivitas yang harus dijalankan untuk merealisasikan tujuan tersebut," bebernya.

Akhirnya, jika umat secara mayoritas sudah menghendaki perubahan dan merindukan hadirnya kepemimpinan Islam, maka akan muncul kekuatan politik yang tidak bisa dibendung. "Saat itu tegaknya Khilafah menjadi keniscayaan, insya Allah," pungkasnya.[] Achmad Mu'it

Posting Komentar

0 Komentar