Peran Genting Ulama, Mengoreksi Penguasa


Baru-baru ini Kapolda Jabar, Irjen Pol Drs Ahmad Dofiri didampingi Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir silaturahmi dengan Pimpinan Pondok Pesantren Asy-Syifa Wal Mahmudiyah KH.M.Muhyidin Abdul Qodir Al-Manafi, Rabu (16/12/2020), dilansir Kabar Priangan (17/12). Pada kesempatan tersebut turut hadir pula H. Umuh Muchtar, Kapolres Sumedang, Dandim 0610, Kasat Pol PP, Camat Pamulihan, para pejabat di lingkungan Polda Jabar dan jajaran pondok pesantren Asy-Syifa Wal Mahmudiyah. 

Kunjungan silaturahmi ini disambut baik oleh KH. M. Muhyidin. Beliau menuturkan bahwa kunjungan ini adalah bagian dari pemimpin yang cinta ulama. “Kami sangat akrab dengan beliau, dan sebagaimana beliau mengharapkan kepada tokoh agama termasuk kami. Maka, kami akan bersinergi dengan beliau,” katanya. Ia pun mendorong Kapolda beserta jajaran kepolisian untuk menegakkan hukum dengan seadil-adilnya. Dengan penegakan hukum seperti itu, maka negara terhindar dari berbagai permasalahan yang dapat merusak tatanan kerukunan dan kebersamaan masyarakat Indonesia. “InsyaAllah, saya bersama santri akan selalu mendoakan sebagai kewajiban, sebagai bangsa, sebagai wujud kasih sayang sebagaimana yang diajarkan Rasulullah,” katanya.

Sementara itu, Kapolda Jabar, Irjen Pol Drs. Ahmad Doni menyampaikan tujuan datang ke pesantren ini untuk dapat menjalin tali silaturahmi dan saling berkomunikasi dengan ulama, harapan terjalin sinergitas, sehingga terwujud masyarakat Jawa Barat yang semakin kondusif. 

Ulama memegang peranan penting dalam suatu negara. Peneliti Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization (INSIST), Adian Husaini mengatakan dalam sejarah peradaban Islam, peran ulama menempati posisi sangat penting. Misalnya pada zaman sahabat, ulama mempunyai fungsi sebagai pewaris nabi dan penjaga misi kenabian. Pendapatnya kerap dijadikan sebagai rujukan dan masukan bagi penguasa. Sama halnya di Indonesia, para ulama sering dijadikan rujukan untuk dimintai pendapatnya oleh para calon pemimpin. Budaya “sowan” sudah biasa dilakukan oleh para calon pemimpin, khususnya ketika menjelang pemilihan Kepala Daerah. 

Memang tak dapat dipungkiri ketika seorang ulama dekat dengan seseorang, maka umat pun akan ikut mendukungnya. Terkadang kedekatan tersebut dimanfaatkan oleh para oknum calon pejabat untuk meraih suara umat. Tak sedikit ulama yang percaya dan ikut mendukung dengan harapan bahwa perubahan akan terjadi jika mereka naik ke kursi kekuasaan. Namun, alih-alih melaksanakan amanah umat, justru mereka lupa ketika sudah mendapatkan jabatan. Sosok Ulama seolah-olah hanya pelengkap saja, diperlukan sebagai alat untuk pencitraan diri. 

Dalam sistem Islam, penguasa dengan kekuasaannya melaksanakan tugas mengurus umat secara langsung. Adapun rakyat baik ulama maupun bukan, melaksanakan tugas mengoreksi negara dalam melaksanakan tugas mengurus urusan mereka. Karena para ulama adalah orang yang paling mengerti hukum syariah Islam tentang pengurusan urusan umat, maka mereka berada di garda terdepan dalam mengoreksi kebijakan negara, yang dianggap menyalahi hukum syariah, zalim atau merugikan kepentingan publik. Jadi, sinergitas ulama dengan negara dan masyarakat akan tercipta jika peran ulama tepat diposisikan sebagai penasihat bukan alat peraih suara umat. 

Ulama adalah sosok yang dekat dengan masyarakat karena keilmuannya, sehingga menjadi rujukan atas berbagai hal yang menyangkut kehidupan. Mengutip Imam Bayhaki dalam kitab Dalalun Nubuwah, bahwa ulama adalah sosok yang memahami dan mengerti zaman, selalu mencari informasi dan perkembangan hal-hal lainnya. Guna memberikan solusi bagi setiap persoalan yang dihadapi masyarakat.

Teori al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumudin menjelaskan, rakyat yang rusak itu disebabkan oleh penguasa yang juga rusak. Sedangkan penguasa yang rusak pun diakibatkan oleh ulama yang juga rusak. Karenanya, penting dan genting bagi ulama saat ini tuk selalu mengoreksi penguasanya agar penguasa tak bertindak zalim dan menyimpang dari hukum syara. Wallahu’alam Bishowab.[]

Oleh: Rita Yusnita
(Pengasuh Forum Bunda Sholehah)

Posting Komentar

0 Komentar