Pengamat Politik Internasional Sebut Kebijakan Calling Visa Bertolak belakang dengan Prinsip Indonesia




TintaSiyasi.com-- Menyoal tentang kebijakan calling visa yang dikeluarkan pemerintah Indonesia untuk Israel, Pengamat Politik Internasional Budi Mulyana angkat bicara. Ia menyebut kebijakan itu bertolak belakang dengan prinsip Indonesia yang tidak mengakui Israel, jika masih menjajah Palestina. 

"Dan hal ini seolah bertolak belakang dengan statement Indonesia bahwa Indonesia tidak mengakui Israel selama masih melakukan penjajahan terhadap Palestina," tuturnya kepada TintaSiyasi.com, Selasa (1/12/2020).

Ia menduga, selama ini memang telah terjalin hubungan antara Indonesia dengan Israel. Menurutnya, dengan adanya kebijakan calling visa untuk Israel sekarang bisa memberi kemudahan kepada warga negara Israel masuk ke Indonesia.

"Karena dengan adanya calling visa ini memberikan sinyal kepada warga negara Israel bahwa mereka dapat masuk ke Indonesia secara resmi, melalui proses pengajuan visa," ungkapnya.

Beliau menilai Indonesia beraikap pragmatis dengan adanya kebijakan calling visa Ini. Karena menurutnya, hal itu dapat memberi ruang kepada Israel untuk berdatangan ke Indonesia dengan alasan apapun.

Lebih lanjut ia mengatakan, kebijakan calling visa ini juga dapat meinbulkan anggapan bahwa Indonesia mengakui eksiatensi negara Israel secara de jure. Padahal ungkapnya, selama ini Insonesia tidak akan mengakui eksistensi Israel selama masih menjajah Palestina.

"Namun, Indonesia tetap ingin dianggap menunjukkan solidaritasnya kepada perjuangan bangsa Palestina. Dan itulah realitas politik luar negeri Indonesia, bebas aktif namun pragmatis," pungkasnya.[] Rasman

Posting Komentar

0 Komentar