Orang Tua Bunuh Anaknya Sendiri, Siapa yang Disalahkan?


Pandemi belum berakhir, namun kita dikejutkan dengan berita tragedi pembunuhan yang dilakukan oleh orang tua terhadap anak kandungnya sendiri.  Sebagaimana yang diberitakan pada halaman Viva.co.id, 13/12/2020 seorang ibu tega membunuh ketiga anak kandungnya sendiri karena diduga stress oleh kondisi ekonomi. Hal ini bukan pertama kalinya terjadi, kasus serupa juga pernah terjadi sebelumnya. Sebagaimana yang diberitakan pada halaman Kompas.com, 15/09/2020 orang tua tega membunuh anak kandungnya sendiri karena susah belajar daring.

Sungguh miris, anak yang tak berdosa menjadi korban oleh orang tuanya sendiri. Memang semenjak pandemi mewabah di negeri ini, kehidupan semakin terasa sulit. Hingga membuat sebagian orang merasa stres dan putus asa, mungkin ini lah yang dialami para orang tua tersebut sehingga mereka kalap dan tega membunuh anak kandungnya sendiri.

Orang tua bukanlah dalang satu-satunya terhadap permasalahan ini. Namun pemberlakuan sistem yang salah hari ini juga menjadi penyebabnya. Pemberlakuan sistem sekuler kapitalistik inilah akar penyebab masalahnya.

Semenjak pandemi mewabah di negeri ini, ekonomi mengalami resesi. Dampaknya banyak yang kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Hal ini lah yang membuat sebagian orang stress sebagaimana yang dialami oleh ibu yang telah tega membunuh ketiga anak kandungnya sendiri.

Ironinya, kejadian pembunuhan tersebut terjadi ketika pesta demokrasi sedang berlangsung, yaitu pada hari pilkada serentak pada 9 Desember 2020. Disaat sang suami pergi menentukan pilihannya, yang bisa saja dia berharap akan perubahan pada kondisi daerahnya. Namun disaat yang sama, istrinya kalap dan putus asa akan keadaannya hingga tega membunuh anaknya sendiri.

Selanjutnya pembelajaran jarak jauh yang dijalankan saaat ini, ternyata tidak sekedar berdampak pada murid. Tapi juga pada orang tua murid. Karena anak tak mengerti belajar daring, orang tua tega membunuh anak kandungnya sendiri.

Seperti disampaikan diawal, orang tua bukanlah dalang satu-satunya. namun kurangnya peran negara memperhatikan keadaan rakyatnya juga menjadi sebabnya. Andai pemerintah kita saat ini tidak terjebak pada sistem sekuler kapitalistik yang rusak ini, tentu hal tersebut bisa diminimalisir dengan menerapkan sistem yang haq.

Selama sistem sekuler kapitalistik ini diterapkan, maka kerusakan itu akan terus ada. Hingga hari ini tak terhitung berapa banyak nyawa terbunuh sia-sia, baik sebelum ada wabah maupun sesudah ada wabah. Hal ini akan terus berlanjut jika kita tetap bertahan pada sistem rusak ini.

Sudah saatnya kita sadar dan bangkit, mari kita buang sistem rusak ini dan menggantinya dengan sistem yang haq, yang bersumber dari yang menciptakan alam semesta dan seisinya, yaitu Allah SWT. Melalui khilafah, sistem yang haq ini dapat diterapkan secara kaffah. Melalui khilafah, negara akan bertanggung secara penuh terhadap rakyat yang dipimpinnya. Kebutuhan pokok hidup mereka akan dijamin oleh negara. Tidak ada rakyat yang boleh merasa kelaparan dan kesusahan. Negara secara total menjamin kesejahteraan rakyatnya.

Begitupun dengan sistem pendidikannya. Negara tidak akan membuat susah murid dan orang tuanya dalam meraih pendidikan. Jikapun  ditemukan kendala, maka negara akan segera mencari cara untuk menemukan kemudahan bagi murid dan orang tua dalam meraih ilmu yang tinggi.

Inilah Islam dengan segala aturannya yang memberikan solusi terhadap permasalahan kita hari ini. Sudah saatnya kita sadar dan kembali pada Islam. Mari berjuang bersama dalam menyadarkan umat untuk melanjutkan kehidupan Islam. Allahu akbar! Wallahu’alam.[]

Oleh: Sarinah A, Pegiat Pena Banua

Posting Komentar

0 Komentar