Momen 212, Prof. Fahmi Amhar: Jangan Sekedar Nostalgia, Lakukan Langkah-langkah STM



TintaSiyasi.com-- Mengingat momen 212 saat berkumpulnya jutaan umat muslim, Cendekiawan Muslim Prof. Dr.-ing Fahmi Amhar mengajak umat untuk tidak sekedar nostalgia, tetapi melakukan langkah-langkah STM (sistematik, terstruktur dan masif). 

"Mari kita jangan berhenti pada kerumunan emosional, kerumunan nostalgia. Nostalgia itu ya sekali-kali perlu untuk mengenang hal-hal di masa lalu. Tapi nostalgia itu tidak untuk menghadapi masa depan. Jadi energi ini mari kita salurkan dalam langkah-langkah yang STM. STM itu sistematik, terstruktur dan masif," tuturnya dalam acara A Moment to Remind Reuni Akbar 212: Muhasabah dan Ukhuwah Untuk Menyatukan Langkah Umat, Rabu (02/12/2020) di kanal Youtube Rayah TV.

Ia menjelaskan langkah-langkah penting yang harus dilakukan umat ini, pertama, sistematik (sistem). Ia mengartikan ini dengan mengajak umat mempelajari Islam dari A sampai Z (kaffah) yang mengacu kepada Al Qur'an, as-Sunnah dan ijmak sahabat sebagaimana yang dicontohkan generasi muslim terdahulu. Menurutnya banyak yang menganggap 212 sebagai politik identitas, padahal ia meyakini, 212 adalah politik Illahiyah. "Ini kan politik Illahiyah, politik transendental," jelasnya.

Kedua, terstruktur. "Jadi kita harus memiliki road map yang jelas, kita mau ngapaian, kita mau kemana, langkah-langkahnya apa, milestone-nya apa, ini kan belum kita," terangnya.

Ketiga, masif. Menurutnya, langkah ketiga ini harus melibatkan seluruh umat. "Peradaban Islam itu tidak bisa ditopang oleh satu dua ormas saja, satu dua partai saja, tidak. Kita harus lintas ormas, lintas partai, bahkan lintas bangsa," tegasnya.

Bahkan, ia menambahkan, bahwa ini perjuangan seluruh umat, tidak cuma aktivis Islam, tetapi juga para ilmuwan, seniman, orang kaya atau pun buruh.[] Dewi Srimurtiningsih

Posting Komentar

0 Komentar