Media Barat Sering Hina Nabi Muhammad SAW, Pengamat Politik Internasional: Itu Menunjukkan Dua Hal



TintaSiyasi.com-- Seringnya media barat melakukan penghinaan terhadap Nabi Muhammad saw mendapat tanggapan Pengamat Politik Internasional Umar Syarifuddin. Menurutnya, itu menunjukkan dua hal.

"Penghinaan kepada Nabi Muhammad saw oleh media massa barat itu menunjukkan pada kita dua hal," tuturnya kepada TintaSiyasi.com, Jumat (18/12/2020).

Menurutnya, dua hal itu adalah, pertama, hiprokrisi barat. Dia mengatakan jika benar mereka (barat) benar-benar berpegang pada prinsip kebebasan berekspresi, mengapa perempuan Muslim Prancis dilarang memakai burdah (cadar)? "Bukankah itu juga merupakan bagian dari ekspresi?," tanyanya.

Menurutnya, pada faktanya, kebebasan berekspresi yang diagung-agungkan oleh mereka hanya sekadar kebebasan untuk menghina Nabi Muhammad SAW. "Ketika ada orang yang menghina Yahudi, langsung disebut sebagai anti semit dan dikenai hukuman," ungkapnya.

Dia memberi contoh penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW yang dilakukan oleh media satire barat (Charlie Hebdo) yang kemudian dibela oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh mereka itu adalah sebagai bentuk kebodohan dan phobia Islam dan simbol-simbolnya.

Kedua, hal itu menunjukkan kelemahan umat Islam saat ini. "Umat Islam yang kini berjumlah lebih dari 1,8 miliar terbukti tidak mampu menghentikan penghinaan kepada Nabi yang mulia, sehingga tindakan keji itu terjadi berulang-ulang," pungkasnya.[] Rasman 

Posting Komentar

0 Komentar