Lulusan Harvard AS: Demokrasi Gagal Menyelesaikan Masalah Rasialisme

TintaSiyasi.com-- Pakar Biomolekuler Lulusan Harvard Medical School Amerika Serikat Ahmad Rusdan Handoyo Utomo, PhD, mengungkapkan bahwa demokrasi di Amerika hingga saat ini belum mampu menyelesaikan masalah rasial.

"Kalau kita lihat, Amerika itu very white jadi sangat putih artinya kulit putih sangat dominan. Makanya, meskipun Obama menjadi Presiden itu tidak menyelesaikan masalah rasialisme di Amerika," tuturnya dalam acara Diskusi Online MU: "How Democracies Die", Ahad (06/12/2020) di kanal Youtube Media Umat.

Menurutnya, masalah rasial di Amerika hingga saat ini belum terselesaikan. Sebagaimana diungkap di akhir buku "How Democracies Die" , bahwa belum pernah ada sistem demokrasi yang sukses dan multirasial di saat yang sama.
"Kalau kita lihat penjara di Amerika itu sekitar 30-40 persen kulit hitam. Sementara populasi kulit hitam di AS cuma sekitar 10 persen. Nah, kalau di Indonesia itu masih mending. Mayoritas koruptor itu kerudungan. Mayoritas koruptor Indonesia itu orang Islam. Itu secara statistik itu normal. Jadi, itu masih wajar. Tapi, kalau Amerika ini abnormal statistiknya. Kenapa? Bagaimana mungkin orang yang minoritas tetapi ketika masuk penjara dia menjadi signifikan mayoritas. Ini sampai sekarang itu masalah," bebernya.

Ia mengungkapkan Amerika baru mencapai civil right law supaya orang hitam punya hak yang sama itu baru tahun 1960 an. "Padahal AS merdeka tahun 1700 an," ungkapnya.

Ia melihat sebetulnya AS ini arah-arahnya sejak trump menjadi Presiden, banyak masalah. Ekonominya shut down. Masalah rasial pun meningkat. "Orang Amerika kulit putih kalau melihat orang hitam itu drug user, rapper dan orang miskin," pungkasnya.[] Achmad Mu'it

Posting Komentar

0 Komentar