Khilafah Wujudkan Harapan Mengatasi Stunting


Indonesia urutan ke-4 dunia dan ke-2 di Asia Tenggara dalam hal balita stunting. Pemerintah diingatkan melakukan evaluasi pembangunan keluarga agar persoalan ini teratasi. ( Merdeka.com 21/12 )

"Butuh kerja keras dan serius untuk menurunkannya. Pemerintah harus mengevaluasi pembangunan keluarga karena hulu persoalan ada di sana. Bagaimana kita bisa mencetak SDM unggul jika stunting masih menghantui calon generasi bangsa," kata Anggota Komisi IX DPR, Netty Prasetiyani Aher dalam keterangan pers, minggu (20/12).

Solusi kasus ini butuh penanganan menyeluruh dan mendasar, mengingat kasus ini mencerminkan kemampuan negara dalam menjamin kesejahteraan dan membangun kesadaran masyarakat secara orang per orang. 

Masyarakat di mana pun, tentu bukan tak ingin mengonsumsi makanan bergizi. Tetapi kemampuan ekonomi mayoritas mereka memang tak memadai dan kesenjangan sosial masyarakat begitu tinggi. Karenanya, pemerintah perlu melakukan koreksi mendasar terkait kebijakan hingga sistem ekonomi hari ini yang nyatanya sangat diskriminatif karena pro kepentingan modal. 

Sekaligus mengoreksi sistem pemerintahan yang menghambat distribusi kekayaan dan peningkatan taraf berpikir melalui kebijakan pendidikan dan pembangunan lain yang berkeadilan. Semuanya terkait paradigma politik yang diadopsi para pemangku kebijakan. Karena dalam sistem demokrasi saat ini hanya memberi mimpi kosong mengatasi stunting baik dengan rencana pembentukan badan khusus maupun dengan mendesakkan UU pembangunan keluarga.

Sudah saatnya semua kembali kepada sistem yang shohih yang terbukti mampu membawa umat kepada kesejahteraan yang tinggi, yakni kepada sistem Islam kaffah kerena hanya khilafah yang mampu melahirkan pemimpin yang menjadi khadimul ummah sehingga mampu mewujudkan pembangunan berorientasi keluarga dan pembangunan SDM yang unggul.

Dengan begitu, masyarakat bisa memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan modal menyejahterakan diri dan keluarganya, dengan skill dan daya beli yang tinggi, serta ditunjang pemahaman terkait urgensi mengupayakan hidup berkualitas demi perbaikan generasi di masa depan. Allahu 'alam bisshowab.[]

Oleh: Isty Ummu Aiman

Posting Komentar

0 Komentar