Ketua LBH Pelita Umat Desak Komnas HAM RI Segera Bentuk Tim Independen Pencari Fakta Ungkap Meninggalnya...




TintaSiyasi.com-- Menanggapi enam pengawal HRS yang meninggal karena ditembak aparat, Ketua LBH Pelita Umat, Chandra Purna Irawan, S.H, M.H angkat bicara. Ia mendesak agar Komnas HAM RI (Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia) untuk membentuk Tim Independen Pencari Fakta mengungkap kejadian meninggalnya enam pengawal tersebut.

"Bahwa perkara ini telah menjadi perhatian publik, agar diperoleh keadilan publik maka perlu Komnas HAM RI segera membentuk tim independen pencari fakta dan harus transparan mengungkap kejadian tersebut, terutama menyingkap penyebab terjadinya penembakan," tuturnya kepada TintaSiyasi.com, Selasa (8/12/2020). 

Menurutnya, apabila ada indikasi terjadi extra judicial killing, maka merupakan suatu pelanggaran hak hidup seseorang yang sudah dijamin oleh UUD 1945 dan UU Nomor 39 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

"Jika aparat yang di lapangan dan/atau memberikan perintah yang terlibat dalam insiden itu melanggar protokol tentang penggunaan kekuatan dan senjata api, mereka harus diungkap secara terbuka dan diadili sesuai dengan hukum," pungkasnya.[] Ika Mawarningtyas

Posting Komentar

0 Komentar