Kamboja Tolak Vaksin Sinovac, Dr. Erwin Permana Pertanyakan Mengapa Indonesia Memesannya?




TintaSiyasi.com-- Menyoal vaksin Sinovac dari Cina yang ditolak Kamboja. Pengamat Kebijakan Publik Dr. Erwin Permana mempertanyakan sikap pemerintah Indonesia yang memesan dalam jumlah banyak. 

"Artinya, mereka (Kamboja) menolak menjadikan rakyatnya sebagai kelinci percobaan. Ini menjadi pertanyaan banyak pihak, karena di luar kewajaran. Ketika uji klinis belum selesai pemerintah sudah memesan vaksin dalam jumlah yang sangat besar," tuturnya kepada Tintasiyasi.com, Jumat (18/12/2020).

Ia menilai sikap Kamboja yang hendak menolak vaksin Sinovac dari Cina, karena mereka menolak dijadikan kelinci percobaan. Menurutnya, hal yang wajar, dikarenakan vaksin Cina memang belum selesai uji klinis. 

Bahkan menurutnya, kebijakan memesan vaksin ini sangat gegabah dan bahaya. Ia mengatakan, menurut opini medis vaksin baru bisa diberikan setelah uji klinis fase III selesai dilakukan, sedangkan uji klinis fase III baru selesai nanti bulan Maret 2021. 

Selain itu, ia juga menjelaskan maksudnya bahaya, karena dapat membawa kemungkinan dharar (bahaya) besar. "Bagaimana mungkin pemerintah bisa tega menyediakan vaksin yang belum sepenuhnya lulus uji klinis untuk dikonsumsi masyarakat?" tanyanya.

Ia menyesalkan sikap pemerintah ini, seharusnya pemerintah menjaga keselamatan masyarakat dan mencegah celah kemungkinan timbulmya dharar. Ia tegaskan, meskipun dibutuhkan vaksin dalam situasi pandemi, namun vaksin wajib uji klinis dan aman. Baginya, lockdown adalah cara terbaik meskipun terlambat.

Karenanya, ia merasa aneh terhadap rencana pemerintah mengimpor vaksin belum uji klinis ini dalam jumlah 15 juta dosis Sinopharm. Baginya wajar jika sebagian kalangan curiga bahwa di balik kebijakan yang terburu-buru ini ada kepentingan bisnis, bukan murni kepentingan mengurus rakyat. 

"Artinya negara dikelola dengan cara serampangan mengikuti kehendak kelompok tertentu yang dekat dengan kekuasaan," pungkasnya.[] Dewi Srimurtiningsih

Posting Komentar

0 Komentar