IB Jadi Tersangka, Cendekiawan Muslim: Bentuk Ketidakadilan Hukum




TintaSiyasi.com-- Menanggapi penetapan Imam Besar Habib Rizieq Shihab (IB HRS) sebagai tersangka dalam kerumunan Petamburan, Cendekiawan Muslim Ustaz Ismail Yusanto menilai sebagai bentuk ketidakadilan hukum. "Kriminalisasi dan diskriminasi adalah bentuk ketidakadilan hukum," tuturnya dalam video singkat berdurasi 3 menit 10 detik yang diunggah kanal youtube Fokus Khilafah Channel, Jumat (11/12/2020).

Menurut Ismail, dalam penegakan kasus ini telah terjadi diskriminasi dan kriminalisasi. "Jadi ada diskriminasi dan juga ada kriminalisasi. Kriminalisasi adalah mengatakan sebagai tindak kriminal padahal itu bukan kriminal. Menganggap seseorang melakukan tindak pidana padahal itu bukan pidana. Itu kriminalisasi," tegasnya.

Pasalnya, ia mempertanyakan keseriusan Pemerintah dalam menegakkan aturan protokol kesehatan. Menurutnya, selama ini telah banyak terjadi pelanggaran, namun belum pernah ada yang ditetapkan sebagai tersangka. "Jadi jelas sekali bahwa ada diskriminasi hukum, dimana hukum ini cenderung tajam ke bawah tumpul ke atas, tajam kepada lawan tumpul kepada kawan," jelasnya.

Ia meyakini, harusnya hukum ditegakkan demi menjaga keadilan, namun ketika hukum menimbulkan ketidakadilan, baginya itu karena hukum telah mengabdi kepada kekuasaan.

"Akibatnya kemudian hukum dikendalikan oleh kekuasaan, bukan oleh hukum itu sendiri. Dan ini tanda-tanda yang sangat mengkhawatirkan, sebab kalau dibiarkan maka ketidakadilan itu akan terus merajalela," imbuhnya.

"Karena itulah penting untuk segera menghentikan diskriminasi, kriminalisasi dan ketidakadilan hukum untuk kebaikan bersama," pungkasnya.[] Dewi Srimurtiningsih

Posting Komentar

0 Komentar