Eks Mensos Tersangka Korupsi, Jurnalis: Bukti Pemerintahan Jokowi Gagal Mencegah Korupsi



TintaSiyasi.com-- Kasus korupsi yang menjerat mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara mendapat sorotan publik. Jurnalis Tabloid Media Umat Joko Prasetyo menilai hal itu sebagai bukti kegagalan pemerintahan Jokowi dalam mencegah dan memberantas korupsi.

"Ini menjadi bukti bahwa rezim jokowi gagal mencegah korupsi apalagi mau memberantas orang korupsi," ungkapnya dalam acara Bincamg Media Umat edisi 280 bertajuk Sungguh Terlalu, Senin (21/12/2020) di kanal Youtube Follback Dakwah.

"Juliari peter batubara pada 2019 lalu diangkat Presiden Jokowi menjadi Menteri Sosial, pada tanggal 6 desember 2020 dia ditetapkan KPK sebagai tersangka bansos untuk korban terdampak Covid-19," ungkapnya.

Dia mengatakan korupsi dana bantuan sosial yang diperuntukan bagi masyarakat terdampak pandemi Covid-19 oleh Kementerian Sosial itu adalah perbuatan yang sangat zalim dan keterlaluan. "Bagaimana nggak sungguh terlalu dana bantuan Covid-19 untuk wong cilik pun dikorupsi," ujarnya.

Menurut Om Joy sapaan akrabnya, Juliari Batubara bukanlah sembarang kader dari partai PDIP, dia adalah kader partai terbaik yang diangkat menjadi Menteri Sosial oleh Presiden Joko Widodo.

"Sebagai petugas partai tebaik yang terpilih menjadi presiden dua kali, Jokowi pun memilih kader terbaik PDIP sebagai mentri sosial. Mentri terbaik dari parpol yang mengkalim membela wong cilik namun korupsi. Bukan hanya korupsi tapi mengorupsi hak wong cilik. Ini luar biasa zalim,"jelasnya

Lebih lanjut Om Joy mengatakan tertangkapnya 3 kader dari partai PDIP dalam waktu 10 hari merupakan sebuah prestasi yang luar buasa buruk dari sebuah partai,selain itu menurutnya bahwa hal itu juga sangat merugikan negara.

"Apalagi korupsi bansos oleh mensos Juliari Peter Batubara, Kalau menurut tabloid Media Umat ini sungguh terlalu, nah menurut narasumber tabloid Media Umat, Direktur Pamong Institute Wahyudi al Maroky mengatakan ini sangat kejam , sadis, amoral dan brutal," jelasnya.

"Bagaimana nggak brutal, kan selalu mengkampanyekan sebagai partai pro wong cilik. Ternyata korupsinya sangat banyak, lebih parahnya lagi mengkorupsi bansos untuk wong cilik," tambahnya.

Dia mengungkapkan hal itu sekaligus menajdi bukti PDIP gagal menciptakan kader yang bersih dan anti korupsi. Menurutnya PDIP bukan hanya gagal dalam melawan korupsi tetapi malah menciptakan kader yang hobi korupsi.[] Rasman

Posting Komentar

0 Komentar