Demi Wujudkan Peradaban Emas dan Gemilang, Prof. Fahmi Amhar Ajak Terapkan Syariat Islam



TintaSiyasi.com-- Peneliti Senior dan Cendekiawan Muslim, Prof. Dr. Ing. Fahmi Amhar berpesan pada umat Islam untuk menerapkan syariah Islam agar terwujud peradaban emas dan gemilang.

"Kalau menginginkan peradaban dan teknologi tinggi yang akan mengusir penjajahan dan membubarkan dunia dari penjajahan, maka umat Islam perlu menerapkan syariat Islam dan bersinergi agar melahirkan saintis Muslim," tuturnya dalam acara A Moment to Remind Reuni Akbar 212: Muhasabah dan Ukhuwah Untuk Menyatukan Langkah Umat, Rabu (02/12/2020) di kanal Youtube Rayah TV.

Ia menjelaskan, peristiwa 212 (dua Desember) yang terjadi pada empat tahun silam, kalau dilihat dari kacamata kapitalis materialistis sesuatu yang mustahil. Karena menurutnya, dalam kacamata kapitalis menggerakan jutaan orang menuju suatu tempat dengan rapi, tidak anarki, tidak meninggalkan sampah, bahkan tidak menginjak rumput adalah ketidakmungkinan.

"Mereka itu (para kapitalis) orang-orang yang tidak bisa melakukan seperti itu kecuali dengan uang. Tapi, kalau seseorang melibatkan kekuatan spiritual dan kekuatan intelektual itu sesuatu yang mungkin," ungkapnya.

Ia menuturkan, agar tidak sekadar reaktif ketika ada penistaan Al Qur'an. Jika ini bisa ditransformasikan menjadi gerakan proaktif atau tidak reaktif tentunya akan lebih dahsyat lagi.

"Allah subhanahu wa ta'ala sudah berjanji dalam surat Al Mulk

ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلْمَوْتَ وَٱلْحَيَوٰةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا..

Allah menciptakan mati dan hidup itu untuk menguji kalian Siapa yang lebih baik amalnya," kutipnya.

Ia mengartikan Allah telah menciptakan kesulitan dan kemudahan untuk menguji manusia. "Allah juga mendatangkan bencana atau tidak ada bencana itu untuk menguji kita" imbuhnya.

"Energi ini mari kita salurkan dalam langkah-langkah yang STM (sistematik, terstruktur dan masif)," tandasnya.

Selanjutnya ia mendoakan kepada seluruh umat Muslim. "Mudah-mudahan kita masih bisa mengalami ketika peradaban itu kembali pada keemasannya dan mendapat baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, aamiin," pungkasnya. [] Amah Muna, Editor: Ika Mawar

Posting Komentar

0 Komentar