Dana Bansos Dikorupsi, Joko Prasetyo: Sungguh Terlalu!



TintaSiyasi.com-- Menanggapi kasus korupsi dana bansos Covid-19 (bantuan sosial), Jurnalis Media Umat Joko Prasetyo angkat bicara. "Bagaimana nggak sungguh terlalu, dana untuk bantuan sosial Covid-19 bagi wong cilik di korupsi kader parpol (partai politik) yang kerap menyatakan sebagai parpol membela wong cilik," tuturnya dalam Bincang Media Umat edisi 280 bertajuk Sungguh Terlalu, Senin (21/12/2020) di Youtube Follback Dakwah.

"Bukan sembarang kader tapi Bendahara Umum. Kader terbaik itu kan? Kalau tidak terbaik mana mungkin bisa jadi bendahara umum? (Tapi) haknya wong cilik dikorupsi juga. Sungguh terlalu," imbuhnya.

Ia mengatakan, seperti halnya Presiden Jokowi. Menurutnya, Presiden Jokowi merupakan petugas partai terbaik PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan), karena kalau bukan terbaik tidak mungkin menjadi presiden sampai dua kali. "Sebagai petugas partai PDIP yang terpilih menjadi presiden dua kali, Jokowi pun memilih kader terbaik sebagai Menteri Sosial. Menteri pilihan dari parpol yang mengklaim pembela wong cilik, eh korupsi," jelasnya.

Menurutnya, sebagai parpol yang terkenal membela wong cilik tapi mengkorupsi dana untuk wong cilik adalah bentuk kezaliman. "Bukan hanya korupsi, tapi mengkorupsi haknya wong cilik, ini luar biasa zalim, sungguh terlalu," tandasnya.

Menurutnya, korupsi dana bansos menunjukan kegagalan Presiden Jokowi memberantas korupsi. "Ini bukti Presiden Jokowi gagal mencegah korupsi, apalagi mau memberantas korupsi?," sanggahnya.

Ia mempertanyakan mengapa Presiden Jokowi tidak mampu mencegah korupsi tersebut. "Mencegah korupsi orang dekatnya saja tidak bisa, apalagi orang yang jauh? Korupsi yang dilakukan orang-orang dekatnya, jadi yang paling pas ya sungguh terlalu," pungkasnya. Amah Muna

Posting Komentar

0 Komentar