Covid-19 Tak Kunjung Teratasi, KH Hafidz Abdurrahman: Umat Harus Sadar Pentingnya Kembali Kepada Islam



TintaSiyasi.com-- Menyorot wabah pandemi Covid-19 yang tak kunjung reda dan membuat dunia mengalami krisis, Khadim Ma'had Syaraful Haramain KH Hafidz Abdurrahman mengatakan, hal itu harusnya membuat umat sadar akan pentingnya kembali kepada Islam.

"Jadi, kalau umat Islam di seluruh dunia menyadari situasi seperti ini dan bagaimana kondisi ini, mestinya mengembalikan mereka pada satu kesadaran pentingnya mereka kembali kepada Islam," tuturnya dalam Kajian Paradigma #29 | Refleksi 2020: Indonesia Makin Ruwet?, Ahad (27/12/2020), di kanal Youtube Follback Dakwah.

Ia mengatakan, dengan kondisi dunia Islam saat ini, secara umum terserang wabah dan belum teratasi, seharusnya menjadi pelajaran bagi seluruh umat Islam di dunia. 

"Institusi dulu sebagaimana di zaman Umar, bagaimana dulu di zaman Khulafaur Rasyidin yang itu telah terbukti mampu mempersatukan seluruh dunia Islam, bahkan bukan hanya dunia Islam tapi bisa menjadi kepemimpinan bagi umat Islam di seluruh dunia," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia memberikan gambaran bagaimana Islam dalam mengatasi wabah pandemi seperti yang terjadi di zaman Umar bin Khattab ra dengan mudah dan cepat bisa diatasi. Ia mengatakan, hal itu mudah diatasi karena kepemimpinan umum bagi umat Islam di dunia saat itu hanya satu yaitu khilafah.

"Hari ini bahkan WHO (World Health Organization) sendiri tidak mampu, PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) tidak mampu, bahkan WHO sendiri sebelumnya dituduh oleh AS (Amerika Serikat) pro ke Cina misalnya," tegasnya.

Ia mengungkapkan bahwa organisasi-organisasi dunia seperti PBB dan WHO yang mungkin selama ini dianggap orang sebagai pemimpin tunggal dunia telah terbantahkan. Menurutnya, hal itu bukanlah kepemimpinan tunggal sebagaimana yang dimaksud dalam Islam.

"Dan dampak dari pandemi ini seperti kita lihat belum bisa diatasi. Bahkan termasuk dengan munculnya varian baru itu menyebar begitu cepat," ujarnya.

Ia mengatakan, efek dari pandemi ini seperti mata rantai yg tidak terputus yang memiliki efek domino luar biasa. "Dan seperti kita lihat dampak ekonominya ke Indonesia sudah luar biasa. Saudi itu termasuk di antaranya belum pernah mengalami defisit. Tapi tahun 2020 ini Saudi mengalami defisit. Ini menunjukkan bahwa dampaknya luar biasa terhadap perekonomian," jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, sampai hari ini belum ada negara di dunia yang sanggup mengatasi pandemi ini dengan cepat tuntas dan berhasil. Menurutnya, kalau ada yang bisa mengatasi itu hanya akan sementara. "Seperti waktu itu di New Zealand kemudian muncul lagi, dan akan terus begitu. Karena pandemi ini terjadi dan menyebar di seluruh dunia," bebernya.

"Dan kemudian penyebarannya begitu luar biasa sampai dimana-mana. Dan yang menarik adalah apa yg disampaikan Hendri Kissinger waktu itu. Bahwa yang ditakutkan oleh Hendri Kissinger itu adalah runtuhnya tatanan dunia lama," imbuhnya.

Ia mengungkapkan yang dimaksud Hendri Kissinger (Menteri Luar Negeri Amerika Serikat 1973-1977) tatanan dunia lama adalah sistem kapitalisme yg ditopang oleh Amerika Serikat dan negara-negara Eropa, termasuk juga negara Cina . Karena menurutnya, meskipun Cina itu menganut state capitalism (negara kapitalisme) jadi gabungan antara komunis dan kapitalis, namun termasuk ke dalam tatanan dunia lama itu.[] Rasman

Posting Komentar

1 Komentar

  1. Ada pembahasan kapitalisme lagi, praktek tingkat lanjut Paham Kapitalisme tentunya adalah menjadi Kapitalis satu-satunya di sebuah negara, atau Kapitalis yg berbagi bisnis di sebuah negara?

    Kalau jadi kapitalis satu-satunya di sebuah negara maka rakyatnya tinggal dijadikan buruh dan pemimpin sebagai kapitalisnya, rakyat dibohongi dgn Komunisme dulu juga bisa agar jadi buruh yg ikhlas, syukur2 yg atheis bisa lbh ikhlas lagi jd buruhnya.

    BalasHapus