AS Beri Sanksi Turki, Pengamat: Konsekuensi Gabung NATO



TintaSiyasi.com-- Menanggapi sanksi yang dijatuhkan Amerika Serikat kepada badan pengadaan militer Turki setelah sekutu NATO tersebut membeli sistem pertahanan udara S-400 Rusia, Pengamat Politik Internasional Budi Mulyana menilai, hal ini sebagai konsekuensi Turki bergabung dengan NATO.

"Sudah menjadi konsekuensi bagi Turki bila mengikatkan diri dengan NATO yang dipimpin oleh Amerika Serikat. Karena pakta pertahanan tersebut, secara historis dibuat untuk menjadi balance of power-nya Uni Sovyet (saat itu)," tuturnya kepada Tintasiyasi.com, Rabu (16/12/2020).

Menurutnya, walaupun kini Rusia bukan lagi negara pengemban ideologi komunisme yang menjadi ancaman kapitalisme Barat, akan tetapi keberadaan Rusia tetap menjadi rival Amerika Serikat dalam kancah global.

"Ketika Turki bermain di dua sisi, maka pastilah ada keberatan dari sekutunya, Amerika Serikat. Itulah bahayanya bila negeri Muslim termasuk Turki tidak memproduksi alutsista sendiri," ujarnya.

Ia menilai, semestinya negara yang power-nya kuat adalah negara yang mandiri dalam membangun kapabilitas negaranya. Menurutnya, meskipun kerjasama internasional tidak terelakan di zaman globalisasi ini, namun untuk perkara yang strategis yakni semacam pengadaan alutsista, maka harus sedapat mungkin diproduksi secara mandiri. 

"Bila tidak, maka pastilah dia bergantung, baik sumber materialnya, peralatannya bahkan suku cadangnya. Yang suatu saat bila kepentingannya tidak sejalan dengan negara produsen, maka embargo alutsista akan bisa dilakukan," pungkasnya.[] Achmad Mu'it

Posting Komentar

0 Komentar