Analis Muslimah Voice: Ratakan Sosmed dengan Dakwah Syariah dan Khilafah



TintaSiyasi.com-- Menyoal dakwah di era digital, Analis Muslimah Voice, Ika Mawarningtyas, S.Pd mengajak para penulis meratakan sosial media dengan dakwah syariah dan khilafah.

"Bunga mawar bunga melati, ratakan sosmed dengan opini islam. Bunga mawar bunga melati, gempur sosmed dengan gagasan syariah dan khilafah. Bunga mawar bunga melati, ikhlas lillah till jannah," tulisnya berpantun dalam acara diskusi Komunitas Aktif Menulis (KAM) yang bertajuk Yuk, Menangkan Dakwah dengan Pena dan Tintamu, Kamis (3/12/2020) di WhatsApp Group KAM .

Ia menerangkan, penulis dakwah Islam tak boleh kalah dengan propaganda busuk pembenci Islam. Menurutnya, penulis dakwah harus terus melawan dengan cara menulis dan menyebarluaskan opini Islam, khususnya syariah dan khilafah.

"Tips yang terpenting jangan sampai kita kritisi berita hoaks dan jangan mudah terpancing juga," tambahnya. Ia menjelaskan, seorang penulis opini Islam jangan mudah terpancing dengan berita-berita yang viral dan belum jelas sumbernya. 

Karena menurutnya, penulis harus memastikan bahwa berita yang akan dia kritisi bukanlah berita hoaks. "Jangan sampai kita ikut menyebarkan berita kebohongan (hoaks)," imbuhnya. 

Selanjutnya ia memberikan tips opini agar tajam dan aman dari delik hukum. "Pertama, pastikan sumber berita yang dikritisi benar dan bukan hoaks. Kedua, cari berita yang memperkuat opini yang akan kita tulis. Ketiga, cari pendapat tokoh yang memperkuat opini yang akan kita tulis. Keempat, tulis opini, fakta. Analisis dikuatkan dengan data dan opini tokoh yang seirama," ungkapnya.

Selanjutnya, kelima, giring menuju opini yang kita harapkan. "Keenam, jangan sampai justifikasi muncul sebelum ada data yang kuat. Ketujuh, gunakan bahasa yang santun, jangan gunakan bahasa yang kasar," jelasnya.

Ia juga memberikan nasihat agar para penulis untuk tetap berani menyampaikan dakwah Islam, khususnya syariah dan khilafah. "Janganlah kekhawatiran kita akan ancaman manusia, membuat kita diam melihat kemunkaran. Jika kita yakin bahwa dakwah kita hasan bil makruf (baik dalam mengajak kebaikan), untuk apa kita takut? Cukuplah Allah sebagai pelindung kita," katanya.

Ia menegaskan bahwa adanya tokoh Islam yang mendapat perlakuan tidak adil dari sebuah rezim adalah bentuk ujian yang akan meninggikan derajat mereka. "Jika kita temui ulama, tokoh, aktivis, yang dipersekusi atau dikriminalisasi karena dakwah. Sungguh Allah sedang memuliakannya dengan perkara tersebut, dan akan mengganti kesedihannya dengan jannah suatu saat nanti. Percayalah," pungkasnya.[] Dewi Srimurtiningsih




Posting Komentar

0 Komentar