‘Agama Musuh Terbesar Pancasila’, Pernyataan Paling Jujur Rezim Sepanjang 2020?


TintaSiyasi.com-- Di tengah ketidaksesuaian berbagai pernyataan rezim dengan faktanya di lapangan, Jurnalis Joko Prasetyo menilai ada satu pernyataan yang patut diduga paling jujur selama 2020. 

“Pernyataan kepala dari badan yang paling otoritatif dalam pembinaan ‘ideologi’ Pancasila bahwa ‘agama musuh terbesar Pancasila’ patut diduga sebagai pernyataan paling jujur,” ungkap lelaki yang akrab disapa Om Joy tersebut kepada Tintasiyasi.com, Rabu (30/12/2020). 

Alasannya, lanjut Om Joy, karena antara ucapan tersebut dengan kebijakan di lapangan sangat sesuai, tentu saja bila agama yang dimaksud itu adalah agama Islam. “Patut diduga memang sebagian ajaran Islam yang dimaksud,” ujarnya. 

Ia pun menyebutkan dua contoh bentuk permusuhan terhadap ajaran Islam di lapangan. Pertama, menghapus sejumlah terminologi ajaran Islam termasuk “khilafah” dan “jihad” di buku Fikih madrasah dengan alasan bahwa itu termasuk konten radikal (dalam konotasi negatif). 

“Padahal khilafah itu ajaran Islam di bidang pemerintahan yang berfungsi untuk menerapkan syariat Islam secara kaffah. Sedangkan jihad adalah ajaran Islam di bidang peperangan yang berfungsi untuk melawan secara fisik atas serangan fisik musuh-musuh Islam,” ungkap Om Joy.

Kedua, pihak-pihak yang mendakwahkan kewajiban menegakkan khilafah dan kewajiban Islam lainnya kerap dipersekusi dan dikriminalisasi dengan alasan anti Pancasila dan bertentangan dengan Pancasila. “Seolah-olah atau mungkin saja memang sengaja untuk mengesankan sebagian ajaran Islam (termasuk khilafah) sebagai sesuatu yang sangat kriminal sehingga harus dibasmi,” ujarnya.  

Menurut Om Joy, memusuhi sebagain ajaran Islam, misal hanya memusuhi terminologi khilafah dan jihad, sama saja memusuhi Islam secara keseluruhan. “Karena Allah mewajibkan kita untuk masuk Islam secara keseluruhan (kaffah), tidak boleh menerima sebagian dan sebagian lainnya ditolak, dimusuhi, apalagi dijadikan musuh terbesar,” bebernya.

Pada Februari 2020, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi menyatakan pernyataan kontroversial. “Jadi kalau kita jujur, musuh terbesar Pancasila itu ya agama,” ujarnya seperti diberitakan sejumlah media massa.[] Achmad Mu'it

Posting Komentar

1 Komentar

  1. Standart Kaffah tolok ukurnya sebenarnya apa? Acuannya apakah Nabi yg khusus mendapatkan kitab suci? Apakah kaffah itu yg mampu mendirikan negara seperti Nabi Daud(Zabur) dan Nabi Muhammad(Al Quran) ? atau seperti Nabi Musa(Taurat) dan Nabi Isa(Injil) yg tanpa mendirikan negara?

    BalasHapus