Umat Sudah Rindu Persatuan dan Hanya dengan Khilafah Umat Bersatu




Menggema tagar #WelcomeBackIBHRS di jagat Twitter hingga menjadi topik yang paling populet, Selasa (10/11). Tagar itu dinaikkan oleh warganet untuk menyambut kembalinya HRS ke tanah air.

"Pertama dalam Sejarah Indonesia, satu-satunya Tokoh di Indonesia yg dijemput jutaan Umat di Bandara (Tanpa Intruksi) siapapun. Beliau Habib Rizieq," tulis @DPPFPI_ID, dikutip Selasa (10/11). 

Massa Front Pembela Islam (FPI) mulai memadati Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Selasa (10/11) pagi. (cnnindonesia.com 10/11).

Haru dan rindu melebur jadi satu diiringi sambutan masa melantunkan sholawat atas Baginda Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Lautan massa yang menyambut HRS menunjukkan betapa cintanya mereka dengan ulama sekaligus cucu Nabi Muhammad SAW.

Tanpa memandang asal atau dari golongan mana saja, mereka berkumpul menyambut habibana. Seolah memperlihatka betapa rindunya umat Muslim dengan sosok pemimpin.

Jika kita mau membandingkan adakah pemimpin negeri ini yang disambut rakyatnya sebanyak itu? Menyambut pemimpinnya datang dengan sukarela tanpa mengharap imbalan sedikit pun. Ternyata belum ada yang sebanyak sambutan yang diberikan umat pada HRS. 

Ini menunjukkan bahwa rakyat sudah bosan, bisa dikata muak dengan hasil kebijakan sistem sekuler- demokrasi yang menghasilkan kebijakan tidak sesuai harapan rakyat. Suara rakyat tidak didengar, padahal seringkali melakukan aksi penolakan kebijakan, misalnya UU Ciptaker.

Keadilan sosial maupun hukum yang berlaku di sistem pemerintahan kapitalis-demokrasi saat ini tidak akan mampu diterapkan secara komprehensif, mengingat ada peran dari pihak lain yang membayangi kebijakan negeri ini.

Walhasil kebijakan setengah hati dalam pelayanan kebutuhan mendasar rakyat, tentunya para kapitalis yang memikirkan untung rugi atas sumbangsih kepada elit negeri dalam proses pencalonan diri.

Tidak bisa dipungkiri, ketika sosok Ulama' yang tegas menyuarakan amar ma'ruf nahi mungkar begitu di rindukan umat ditengah sistem bobrok Kapitalis-demokrasi.

Umat Islam Rindu Bersatu dalam Naungan Syariah Khilafah

Sejak runtuhnya kekhilafahan Turki Utsmani 1942 umat Islam terpecah-pecah menjadi beberapa negara, atas dasar nasionalisme inilah umat Islam mengalami keterpurukan yang teramat menyakitkan dibawah sistem kapitalis-sekuler. 

Padahal seharusnya umat bersatu dalam satu naungan Islam yaitu khilafah. Akibat tak adanya khilafah penyiksaan hingga penghinaan kepada Islam dan umatnya kerap terjadi dimana-mana. Lebih-lebih di negara minoritas Muslim.

Selain itu, penjajahan Barat terhadap negeri muslim yang dilakukan untuk memperluas kekuasaannya, bisa dilihat yang dilakukan antek Amerika yaitu Israel, kaum zionis yang mencaplok wilayah Palestina dilakukan dengan pengakuan sepihak.

Banyak fenomena pelecehan terhadap syariat Islam yang terus berulang yang dilakukan oleh seorang kepala negara. Dengan kondisi yang lemah seperti saat ini umat islam hanya bisa protes dengan kecaman, tambah ironis jika terus-terusan ini dibiarkan.

Tidak ada pemimpin yang mengayomi umat Islam, seringkali hati umat Islam dilukai, akan tetapi tidak bisa melakukan perlawanan, PBB bungkam seakan tidak melihat apa yang menimpa negeri muslim.
Apa yang diharapkan dari sistem kapitalis ini?

Oleh karena itu syariah Islam yang melindungi marwah kaum muslim adalah kebutuhan mendesak saat ini.

Rindu Persatuan dalam Naungan Khilafah

Khilafah sistem pemerintahan yang pernah ada selama lebih dari seribu tahun yang menyejahterakan umat. Sebagai umat islam yang taat tidak patut bersikap apatis dan mendiskreditkan ajaran islam dengan menyebut sistem pemerintahan yang abnormal atau tidak relevan.

Justru khilafah adalah solusi atas kebobrokan negeri ini akibat cengkraman kapitalis, dengan persatuan umat Islam dan menerapkan hukum Islam secara sempurna Allah jamin pintu keberkahan dari langit dan bumi.

Persatuan atas dasar akidah, tidak ada pemisah antara negeri muslim, inilah yang memperkuat umat Islam. Dalam satu komando pemimpin yaitu Khalifah dibawah negara khilafah.[]

oleh: Amah Muna
Sahabat Muslimah Kendal

Posting Komentar

0 Komentar