Tim Pembela Muslim Anggap Penerapan UU ITE Diskriminatif




TintaSiyasi.com-- Wakil Ketua Dewan Pembina Tim Pembela Muslim (TPM) Pusat, Achmad Michdan menyatakan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) belum dilengkapi perangkat-perangkat penunjang sehingga penerapannya dianggap diskriminatif.

"UU ini belum dilengkapi dengan substansi-substansi yang menunjang terhadap pemberlakuannya, sehingga penerapannya dianggap diskriminatif," tuturnya dalam acara Islamic Lawyers Forum “Revisi Total UU ITE, Perlukah?” (ILF) #26 pada Jumat, (26/11/2020) di kanal Youtube LBH Pelita Umat.

Menurutnya, jika tidak diperkuat perangkat-perangkat pendukung, UU ITE bisa menimbulkan konflik horisontal. "Kalau UU ini tidak diperkuat dan dipersiapkan dengan perangkat-perangkat yang mendukung eksistensi UU ini, justru bisa menimbulkan konflik horizontal,” ujarnya.

Ia menilai, UU ITE ini pada dasarnya diniatkan untuk melakukan pengaturan transaksi elektronik, tapi pada kenyataannya penggunaan UU ini justru yang muncul adalah berkaitan dengan ujaran kebencian. "Perlu ada suatu komite atau komisi yang membidangi masalah ini, untuk menetapkan batasan-batasan substansi ujaran kebencian tersebut agar menjadi jelas terutama terkait masalah penodaan agama," pungkasnya.[] Achmad Mu'it

Posting Komentar

0 Komentar