Taat Syariah Bukti Cinta kepada Nabi




Hari kamis tanggal 29 oktober 2020 bertepatan dengan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW. Semua kaum muslimin bergembira menyambutnya, hal ini terlihat dari berbagai macam perayaan oleh umatnya. Ada yang menggelar pawai obor, mengadakan pengajian, hingga tablig akbar.

Nabi Muhammad SAW, beliau adalah sosok manusia yang sempurna, manusia maksum yang dilapangkan dadanya, diangkat nama dan kemuliaannya. Dialah sosok Nabi terakhir yang kepadanya turun wahyu, imam para Nabi dan Rasul.

Nabi Muhammad saw diutus oleh Allah untuk manusia seluruh alam dengan membawa wahyu, yaitu agama Islam yang di dalamnya terdapat aturan-aturan yang harus dilaksanakan oleh seluruh manusia yang mengaku sebagai umatnya. Mencintai dan mengagungkan Nabi Muhammad saw merupakan konsekuensi iman kita kepada Allah SWT. Para sahabat sangat besar cintanya kepada Rasulullah saw melebihi kecintaan mereka kepada diri dan anak-anak mereka.

Pribadi Nabi Muhammad saw seluruhnya adalah kebaikan untuk semua bidang kehidupan. Ibadah, akhlak bahkan hingga pemerintahan yang beliau jalani penuh dengan keteladanan. Maka dari itu, umat yang mengakui cinta Nabi seharusnya menjadikan Nabi Muhammad saw sebagai satu-satunya contoh kebaikan dalam kehidupan.

Firman Allah SWT:" Sungguh telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) kiamat dan dia banyak mengingat Allah.(QS. Al- Ahzab: 21).

Ayat ini memerintahkan kepada kita untuk meneladani Rasulullah saw dalam semua aspek. Kita tidak boleh membatasi peneladanan kita hanya pada aspek-aspek tertentu saja, tapi seluruhnya terkecuali aspek yang dikhususkan beliau, karenanya kita wajib mengikuti syariah yang dibawanya. Ibnu katsir menjelaskan maksud ayat ini: Apapun yang beliau perintahkan kepada umatnya maka kerjakanlah, dan apapun yang dilarangnya maka tinggalkanlah, karena beliau hanyalah memerintahkan kebaikan  dan melarang keburukan.

Rasulullah saw memberikan teladan kepada kita mulai dari tatacara bersuci hingga masalah kamar mandi, mulai dari perkara bangun tidur sampai pada konsep membangun negara dengan kepemimpinan Islam. Sebagai bukti kecintaan kita kepada Nabi Muhammad saw selain banyak bersolawat  kepada beliau, kita juga harus melaksanakan apa yang dicontohkan Rasul secara kaffah. Mulai dari akidah dan ibadahnya, makan dan minumnya, pakaian dan akhlaknya sampai muamalat yang dilakukan Rasulullah saw, seperti dalam bidang ekonomi sosial, pendidikan, hukum dan pemerintahan. Semua yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW wajib kita teladani.[]

Oleh: Lela Nurlela

Posting Komentar

0 Komentar