TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Soal Penghinaan Nabi, Ustaz MIY: Eropa Sedang Melawan Islam Politik



TintaSiyasi.com--Cendekiawan Muslim Ustaz Muhammad Ismail Yusanto (MIY) menyebutkan, penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW yang dilakukan Presiden Prancis Emmanuel Macron bukan hanya sekadar penghinaan tapi lebih dari itu.

"Ini memang soal bagaimana Eropa itu sedang mempersiapkan diri untuk melawan apa yang disebut kekuatan politik Islam," ujarnya dalam Diskusi Online Media Umat, Minggu (8/11/2020) di kanal Youtube Media Umat.

Ia menyebutkan bahwa kekuatan politik Islam yang diwaspadai oleh orang-oramg Eropa, khususnya Prancis dipengaruhi 2 hal penting. Pertama, adalah secara demografis pertumbuhan jumlah umat Islam di Eropa dan bahkan seluruh dunia terus mengalami peningkatan. "Pew Research Center menyebut jumlah umat Islam di seluruh dunia sekarang itu 1,7 miliar," bebernya.

Kedua, adalah spirit atau kesadaran islam yang terus meningkat di berbagai tempat. Menurutnya, hal itu ditandai dengan maraknya simbol Islam di dalam pakaian dan juga meningkatnya kegairahan untuk beribadah ke tanah suci termasuk di Eropa. "Karena itulah mereka berusha untuk menghilangkan atau mengurangi atau setidaknya seluruh simbol-simbol Islam yang ada itu," tegasnya.

Ia mengatakan bahwa dari fakta itulah kita bisa memahami mengapa di Prancis simbol-simbol Islam seperti cadar itu dilarang, walaupun mereka mengaku membela kebebasan berekspresi.

"Kalau betul mereka itu membela kebebasan berekspresi, semestinya Muslimah di Prancis juga dibiarkan untuk memakai cadar," tambahnya.

Lebih lanjut ia menyebutkan, dari fakta yang terjadi di Prancis itulah memberi konfirmasi, bahwa mereka sesungguhnya tidak benar-benar berbicara tentang kebebasan namun mereka sebenarnya berusaha menghentikan bangkitnya Islam politik.

"Dari situlah kita harus melihat persoalan penghinaan Nabi itu bukan hanya sekedar persoalan penghinaan kepada Nabi , tapi ini persoalan bagaimana Eropa memandang Islam hari ini," tandasnya.

Menurutnya, Eropa sudah mulai melihat potensi Islam bisa menggantikan pengaruh mereka di dunia. "Dan mereka tahu persis, bahwa Islam ini adalah Islam yang punya potensi besar untuk menggantikan mereka dalam hegemoni dunia," pungkasnya.[] Rasman

Posting Komentar

0 Komentar