Raih Cita-cita: Mulailah dengan Why!


Saat orang melakukan sebuah tindakan, biasanya ada hal yang mendorong atau menginspirasinya. Bisa jadi yang mendorongnyadari dalam diri sendiri atau justru berasal dari luar dirinya. Simon Sinek dalam bukunya yang berjudul ‘Start With Why’ ingin menyampaikan bagaimana seseorang mampu memimpin orang lain untuk melakukan sebuah aksi (How Great Leaders Inspire Everyone to Take Action). Simon Sinek adalah seorang penulis best seller New York Times. Buku ini mengawalinya  dengan kisah tiga tokoh utama yaitu Samuel Pierpont Langley, Wilbur dan Orville Wright, dan Wozniak. Kisah mereka dianggap Simon bisa menginspirasi orang lain dalam melakukan sebuah tindakan. 

Samuel Pierpont Langley (1990an) mempunyai cita-cita menjadi orang yang pertama mengemudikan pesawat terbang. Dia sendiri merupakan perwira senior di Smithsonian Institution, seorang professor matematika yang juga bekerja di Harvard. Bisa dikatakan Langley adalah orang dengan banyak kemampuan dan koneksi baik koneksi di peerintahan maupun bisnis. Lihat saja yang menjadi salah satu koleganya adalah Andrew Carnegie (pengusaha dan industrualis) dan Alexander Graham Bell (ilmuwan dan pencipta serta pendiri perusahaan telepon Bell). Maka tak heran, War Departement (Departemen Of Defence) memberinya hibah untuk mendanai proyek Langley. Tak lama, Langley pun membentuk “super and dream team” untuk mewujudkan mimpinya mengemudikan pesawat terbang. Tim ini terdiri dari para pemikir terbaik yang benar-benar berbakat dan memiliki kemampuan tinggi. Pers dan masyarakat begitu antusias mengikuti dan menantikan proyek besar ini. Dengan tim dan sumber daya yang dimilikinya, semua bisa merasakan bahwa keberhasilan sudah terpampang di depan mata. Namun benarkah demikian?

Di tempat lain, ada kakak beradik yang sedang mengerjakan ‘proyek’ mesin terbangnya. Wilbur dan Orville Wright si kakak beradik ini mulai membuat pesawat terbang bersayap kembar. Semangat mereka begitu kuat sehingga mengisnpirasi antusiasme dan komitmen sekelompok orang di lingkungan domisili mereka di Dayton, Ohio. Jangan dibayangkan proyek ini didanai atau dilakukan oleh orang dengan pendidikan formal yang tinggi. Tidak. Tidak ada sponsor ataupun tim yang mempunyai gelar akademik atau mengenyam pendidikan tinggi. Bahkan Wilbur dan Orville hanyalah pengeloal toko yang menjual peralatan sepeda motor. Dengan semangat dan passion tinggi walau dana terbatas, akhirnya impian proyek tersebut pun berhasil. Pada tanggal 17 Desember 1903, Wright bersaudara menerbangkan untuk pertama kalinya pesawat udara sejauh empat mil. 

 Tentu muncul pertanyaan dalam benak. Bagaimana mungkin tim Wright bersaudara berhasil? Sedangkan tim Langley yang didukung dana besar dan pendidikan yang lebih baik tidak berhasil? Apa perbedaan keduanya? Bisa dilihat baik Wright bersaudara dan Langley sangat termotivasi. Keduanya memiliki pemikiran ilmiah yang tajam dan mengejar impian yang sama persis. Namun hanya Wright bersaudara yang mampu mengispirasi orang-orang di sekitar mereka dan benar-benar memimpin  tim mereka untuk mengembangkan teknologi yang mampu mengubah dunia. Ya, hanya Wright bersaudara lah yang memulainya dengan “Why” (mengapa).
Kisah lain bisa kita lihat saat Wozniak membangun Apple 1. Saat itu komputer hanya dilihat sebagai alat bisnis dengan ukuran yang cukup besar, rumit, dan di luar jangkauan rumahan. Wozniak membayangkan tujuan yang lebih mulai dai teknologi ini agar mampu memberdayakan setiap orang untuk melakukan hal-hal besar. Hanya dalam waktu enam tahun, Apple Computer mampu menjadi perusahaan bernilai miliaran dolar yang memiliki 3.000 karyawan. Mereka bukan satu-satunya atau pencetus awal teknologi ini, namun mereka istimewa. Apple telah berhasil menantang pemikiran konvensional dalam industri computer, elektronik kecil, music,telepon seluler, dan industry hiburan yang lebih luas. Alasannya sederhana. Apple menginspirasi dan memulanya dengan “Why”.

Marthin Luther King Jr. pun adalah seseorang yang mampu menginspirasi banyak orang. Kemampuan untuk menarik begitu banyak orang dari seluruh negeri dengan berbagai warna kulit dan ras untuk bergabung pada hari dan waktu yang tepat. Marthin Luther King memulainya dengan “Why”.

Wright bersaudara, Apple, dan Marthin Luther King Jr. mampu berdiri terpisah dari kerumunan dan tidak mudah ditiru. Mereka menonjol dan  mampu melakukan sesuatu yang memberikan inspirasi sekitarnya. Bisa jadi motivasi dan inspirasi yang disebarkan itu bahkan mampu membuat sejarah baru.

Bagi Anda yang berfikiran terbuka untuk ide-ide baru, mencari inovasi baru, sedang berusaha menciptakan kesuksesan jangka panjang, maka mulai sekarang, mulailah dengan 'Mengapa'. 

Sebagai seorang muslim, tentunya memiliki sesuatu yang berbeda dalam memilih sebuah tindakan. Ya, aqidah Islam serta pemikiran-pemikiran Islam lah yang akan menjadikan kita istimewa dan unik dibandingkan umat lain. Pengembanan dan penyebaran aqidah dengan pemikiran Islam ini akan menginspirasi jutaan orang dan juga mampu mengubah sejarah dunia. Inilah jawaban atas mengapa Anda harus terus berdakwah tiada henti.[]

Oleh: Ummu Enzi
(Dibahas dalam bedah buku Start With Why karya Simon Sinek oleh Yudha Pedyanto)

Posting Komentar

0 Komentar