Profesor Riset Ini Sebut Demokrasi Punya Sakit Bawaan



TintaSiyasi.com-- Profesor Riset Badan Informasi Geospasial (BIG) Prof. Dr-ing. Fahmi Amhar mengungkap penyakit bawaan demokrasi atau built-in-error. "Demokrasi memang dari zaman Yunani kuno sudah disadari memiliki penyakit bawaan (built-in-error)," tuturnya kepada Tintasiyasi.com, Rabu (25/11/2020).

Menurutnya, itulah keterbatasan demokrasi yang jika tidak disadari akan hara kiri. "Kalau tidak, maka mereka tanpa menyadari akan bunuh diri pelan-pelan dengan demokrasi itu sendiri," ujarnya.

Bahkan, ia mengingatkan, Nazi (Partai Buruh Nasional-Sosialis di Jerman) saja dipilih secara demokratis. "Ingat dulu Hitler dengan partai Nazi di Jerman juga terpilih secara demokratis," tandasnya.

Menurutnya, hal serupa juga dapat terjadi di Indonesia. "Ya (demokrasi mati), itu hukum alam dengan demokrasi. Terjadi di mana pun," pungkasnya.[] Dewi Srimurtiningsih

Posting Komentar

0 Komentar