Prancis Tak Tahu Balas Budi



Sejarah mencatat Khilafah Utsmani di masa Khalifah Sulaiman al-Qanuni (1494-1566 M) dengan ringan hati mengulurkan tangan kepada Prancis, memenuhi permintaan Raja Prancis Francis I yang meminta bantuan Khilafah Utsmani menghadapi pasukan Spanyol yang menyerang negaranya dan menawannya.

Tapi Prancis merupakan negara kafir yang tak tahu balas budi maka ketika posisi Khilafah Utsmani semakin melemah, Prancis dan Inggris pun akan mengadakan pentas drama yang menghina Rasulullah SAW. 

Meski sangat lemah pun (tapi tentu saja masih jauh lebih kuat dari 50 negara bangsa termasuk Saudi dan Indonesia), Khalifah tetap membela Nabi SAW bukan hanya dengan kecaman tetapi sampai secara serius menantang berperang Prancis dan Inggris bila warga di kedua negara itu mementaskan drama yang menghina Nabi Muhammad SAW.

Pemerintah Prancis dan Inggris akhirnya melarang warga negera mereka mementaskan drama Voltaire yang menghina Nabi Muhammad SAW setelah Khalifah Sultan Abdul Hamid II (1842-1918 M) mengultimatum akan memerangi Prancis dan Inggris, bila drama tersebut tidak dibatalkan pentas di dua negara tersebut. 

Pasca Khilafah runtuh, Prancis dan berbagai negara Eropa lainnya termasuk Jerman dan kampium demokrasi Amerika terus menerus menista Islam. 

Lebih dari 50 negara bangsa yang berdiri di atas puing-puing khilafah, bisa apa? Sikap mereka tak lebih baik dibanding Tiger of Asia yang lupa sumpah timbul tenggelam bersama rakyat gegara dikasih makan nasi goreng.  

Tak ada pilihan bagi umat yang cinta Nabi SAW, selain berupaya menegakkan kembali Khilafah Islam yang mengikuti metode kenabian untuk mencegah kafir penjajah mengina Nabi SAW lagi. Atau kalau pun sudah terlanjur menghina, Khalifah akan menghukumnya dengan sepadan yakni hukuman mati atau jihad. Allahu Akbar! []


Oleh: Joko Prasetyo 
Jurnalis

Depok, 17 Rabiul Awal 1442 H | 3 November 2020 M

Posting Komentar

0 Komentar