Pemuda Cinta Nabi



Bulan Oktober selalu identik dengan Pemuda, karena tepatnya pada tanggal 28 Oktober diperingati sebagai hari Sumpah Pemuda. Pada bulan Oktober  tahun ini, selain memperingati hari sumpah pemuda, kita juga memperingati hari maulid Nabi SAW pada tanggal 29 Oktobernya. Memperingati hari-hari besar dalam sejarah peradaban dunia, tidak cukup hanya sebatas seremonial belaka. Akan tetapi ada sebuah aksi yang harus kita lakukan. Bagaimana agar kita sebagai pemuda mampu berkontribusi dalam menghayati hari-hari bersejarah ini ?

Pemuda, terutama pemuda muslim haruslah cinta Nabi-Nya yaitu Nabi Muhammad SAW. Beliau lah sosok teladan terbaik yang harus kita panuti saat ini. Begitulah seharusnya kita menghayati peringatan hari sumpah pemuda dan maulid Nabi SAW hari ini, menjadi pemuda yang cinta Nabi.

Banyaknya pemuda hari ini terlibat pergaulan bebas, narkoba, tawuran, prostitusi dan lain-lain, tentu sangat miris melihat kondisi pemuda kita saat ini. Hari ini tepatnya, pada hari sumpah pemuda dan peringatan maulid Nabi SAW, sudah seharusnya kita menjadikan pemuda kita sebagai pemuda yang cinta Nabi-Nya. 

Salah satu bukti cinta adalah dengan mengikuti yang dicintai. Jika pemuda kita hari ini cinta nabi, tentu dia akan mengikuti sosok Nabi SAW. Menjadikan Nabi sebagai tolok ukur keimanan mereka. Pemuda yang berkripadian islam, pemuda pemberani dalam membela agama Allah, pemuda yang ramah dalam menyampaikan islam dan pemuda yang taat beribadah kepada Allah.

Hal ini lah yang kita inginkan dari pemuda kita hari ini. Bukan menjadi generasi rusak yang menghancurkan masa depan. Adapun sebab mengapa pemuda hari ini menjadi rusak adalah jauhnya mereka dari islam. Pemisahan agama dengan kehidupan atau istilahnya sekulerisme, telah menjadikan pemuda kita  rusak. Dengan asas liberalismenya, kebebasan menjadi alasan kenapa mereka berbuat demikian. 

Selain itu, sikap cinta dunia atau hedonisme telah menghiasi pemuda kita hari ini. Hingga mereka tenggelam dalam kesibukan untuk mencapai tahta dunianya. Westernisasi juga menjadi sebab pemuda kita rusak. Mencontoh gaya hidup barat yang jelas hampir semuanya bertentangan dengan islam. Seperti pergaulan bebas, berpakaian tidak sopan dan lain-lain.
Inilah dampak buruk, ketika pemuda kita jauh dari islam. Pemuda kita mudah sekali terbawa arus yang menyesatkan keimanan mereka. Andai mereka menyakini islam sebagai pandangan hidup mereka, tentu akan lahir pemuda-pemuda islam yang membanggakan, seperti mushab bin umair, Muhammad Al-fatih, dan lain-lain.

Menjadikan islam sebagai pedoman hidup merupakan salah satu bukti cinta kita terhadap Nabi SAW. Karena islam dibawa oleh beliau, tentu beliau akan senang ketika kita menjadikan islam sebagai pedoman hidup kita, tidak sebatas sebagai individu, tapi juga dalam masyarakat dan bernegara. 

Maka jadikan hari besar ini sebagai  momentum bagi kita untuk menanamkan kecintaan pemuda terhadap Nabi SAW. Dengan itu, in sya Allah dengan ijin Allah, pemuda kita akan menjadi generasi emas yang memimpin peradaban dunia dengan ketaqwaan mereka terhadap Allah SWT, yang akan mendakwahkan islam ke seluruh dunia. Wallahu’alam.[]


Oleh: Sarinah A. 
Pegiat Pena Banua

Posting Komentar

0 Komentar