Nabi Muhammad SAW Dihina, Ahmad Khozinudin: Umat Islam Wajib Marah!



TintaSiyasi.com-- Penghinaan kepada Nabi Muhammad SAW yang dilakukan oleh majalah Charlie Hebdo (2/9/2020) mendapat kecaman dari berbagai pihak. Sastrawan Politik Ahmad Khozinudin mengatakan, umat Islam wajib marah jika Nabinya dihina.

"Tidak bisa, umat Islam wajib marah. Siapa saja yang dibuat marah tidak marah, maka dia adalah keledai," tulisnya dalam akun Facebook Ahmad Khozinudin, Jumat (6/11/2020).

Ia menambahkan, umat Islam, tak diperintahkan menjadi keledai. "Umat Islam adalah singa, yang siap menerkam siapa pun yang berani lancang menghina Rasulullah SAW," tandasnya.

Ia menegaskan, Prancis wajib tahu kalau umat Islam sangat marah. "Umat Islam tidak terima, kemuliaan Rasulullah SAW dihinakan. Umat Islam, adalah satu tubuh yang akan merasakan pedih, karena Rasulullah SAW dihina," ungkapnya.

Menurutnya, umat Islam harus merespon penistaan terhadap Baginda Rasulullah SAW yang dilegitimasi oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron hingga menimbulkan reaksi protes kecaman bahkan kutukan kaum muslimin di berbagai negara, kaum muslimin wajib melawan. 

"Saya menyerukan kepada segenap Kaum Muslimin & Muslimah khususnya di Kota Surabaya, untuk hadir dan mengikuti Aksi Bela Nabi SAW pada hari ini, Jum'at, 6 Nopember 2020, jam 12.30 WIB sd selesai berlokasi didepan Gedung Grahadi Surabaya," ajaknya.

Ia menghimbau, umat Islam merapatkan barisan, bela kemuliaan Nabi SAW. Ia ingin menunjukkan kepada dunia, bahwa umat Islam tak terima Nabi Muhammad SAW dihina.

"Semoga Allah SWT menjadikan kita umatnya Nabi Muhammad SAW, mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad SAW, dan kelak dikumpulkan bersama Nabi Muhammad SAW di surga," pintanya.

Selanjutnya, ia mengajak umat Islam untuk bersholawat kepada Nabi Muhammad Saw. "Ya Allah, sampaikanlah salam keselamatan dan sholawat kami atas Nabi Muhammad Saw, dan kokohkanlah perjuangan kami untuk terus berjuang menegakkan syariat Islam, warisan dari Nabi Muhammad Saw," pungkasnya.[] Ika Mawarningtyas

Posting Komentar

0 Komentar