Nabi Dihina, Redpel Media Umat Serukan Boikot Sekularisme



TintaSiyasi.com-- Kasus penghinaan terhadap Nabi Muhammad Saw yang dilakukan Charlie Hebdo terus berulang, terlebih perbuatan tersebut mendapat dukungan dari Presiden Prancis Emmanuel Macron, menyikapi hal ini, Redaktur Pelaksana (Redpel) Media Umat Mujiyanto serukan boikot penyebab utama (red: sekuler) penghinaan yang terus berulang tersebut.

"Iya (boikot sekuler), jadinya nyambung," ujarnya dalam acara Bincang Media Umat: Nabi Dihina, Siapa Mau Bela? melalui kanal youtube Follback Dakwah, Ahad (8/11/2020).

Produk pemikiran sekuler inilah yang menurutnya yang paling berbahaya. "Iya (lebih bahaya produk pemikiran), karena kalau sudah produk pemikiran yang masuk, itu nanti kayak orang tadi, tidak usah marah dihina nabi itu, dihina tidak apa-apa, itu kan berarti sudah tertancap betul di dalam benaknya produk-produk itu," jelasnya.

Jadi baginya memang yang utama adalah boikot pemikirannya. "Iya, jadi klo kita memboikot produk Prancis, sudah kelihatan. Kalau memboikot pemikiran Prancis, harus tau dulu, jangan sampai memboikot produknya tapi mengikuti pemikirannya, kan jadi kacau," lanjutnya.

Ia menegaskan letak kerusakan sekuler, adalah pemisahan agama dari kehidupan. Bahkan, ia mengingatkan pernyataan Macron bahwa agama harus dibawah konstitusi dan konstitusi tidak boleh dikalahkan oleh agama. Pernyataan ini menurutnya adalah produksi sekuler sejati.

"Ini yang sebenarnya terjadi, ini adalah produksi sekuler sejati yang kemudian mengesampingkan agama," pungkasnya.[] Dewi Srimurtiningsih

Posting Komentar

0 Komentar