Mengapa Takut Khilafah?




Menggelikan dan aneh, nika ada yang takut pada khilafah. Mengapa takut khilafah? Padahal khilafah adalah ajaran Islam, sebagaimana sholat, zakat, puasa, dan haji bagi yang mampu. Materi khilafah juga dipelajari di madrasah.

Mengapa takut khilafah? Padahal Allah SWT telah berfirman,  "Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, Sungguh Aku akan menjadikan di muka bumi khalifah…” (TQS al-Baqarah: 30). Saat menafsirkan ayat di atas, Imam al-Qurthubi menyatakan bahwa wajib atas kaum Muslim untuk mengangkat seorang imam atau khalifah. Ia lalu menegaskan, “Tidak ada perbedaan pendapat mengenai kewajiban (mengangkat khalifah) tersebut di kalangan umat dan para imam mazhab; kecuali pendapat yang diriwayatkan dari al-‘Asham (yang tuli terhadap syariah) dan siapa saja yang berpendapat dengan pendapatnya serta mengikuti pendapat dan mazhabnya.” (Al-Qurthubi, Al-Jâmi’ li Ahkâm al-Qur’ân, 1/264).

Mengapa takut khilafah? Padahal Rasulullah SAW pernah bersabda, “Siapa saja yang mati, sedangkan di lehernya tidak ada baiat (kepada imam/khalifah), maka ia mati jahiliah.” (HR Muslim).

Mengapa takut khilafah? Padahal Imam Al Haitami menegaskan, "para sahabat telah bersepakat bahwa mengangkat seorang imam (khalifah) setelah zaman kenabian berakhir adalah wajib. Bahkan mereka menjadikan upaya mengangkat imam/khalifah sebagai kewajiban paling penting. Faktanya, mereka lebih menyibukkan diri dengan kewajiban itu dengan menunda (sementara) kewajiban menguburkan jenazah Rasulullah saw.” (Al-Haitami, Ash-Shawâ’iq al-Muhriqah, hlm. 7).

Mengapa takut khilafah? Padahal menurut Will Durant dalam bukunya The Story of Civilization mengatakan, "para khalifah telah memberikan keamanan kepada manusia hingga batas yang luar biasa besarnya bagi kehidupan dan kerja keras mereka. Para khalifah itu juga telah menyediakan berbagai peluang untuk siapapun yang memerlukan dan memberikan kesejahteraan selama beradab-abad dalam wilayah yang sangat luas. Fenomena seperti itu belum pernah tercatat (dalam sejarah) setelah zaman mereka.”

Mengapa takut khilafah? Padahal rekam jejaknya ada di Nusantara. Walisongo adalah utusan khilafah. Dalam kitab Kanzul 'Hum yang diutus oleh Ibn Bathuthah yang kini tersimpan di Museum Istana Turki di Istanbul, disebutkan bahwa Walisongo dikirim oleh Sultan Muhammad I.

Mengapa takut khilafah? Padahal Rasulullah SAW pernah menyampaikan kabar gembira bahwa suatu saat nanti khilafah akan tegak kembali. “Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian, atas izin Allah ia tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya, kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Ia ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan yang zalim, ia juga ada dan atas izin Allah akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan diktator yang menyengsarakan, ia juga ada dan atas izin Allah akan tetap ada. Selanjutnya akan ada kembali Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Kemudian Nabi diam." (HR. Ahmad)

Mengapa takut khilafah? Jangan takut-takut. Orang kalau sedang takut suka melakukan hal yang aneh-aneh. Persekusi sana persekusi sini. Tangkap sana tangkap sini. Katanya demokrasi?

Jangan takut khilafah. Yang lazim takut khilafah adalah setan. Setan akan sulit mengajak manusia berzina, berdusta, membunuh, berjudi, minum kamr, makan riba, korupsi, dan segala bentuk kemaksiatan lainnya. Setan juga akan sulit mengemban ideologi komunis dan kapitalis.

Jangan takut khilafah. Takutlah hanya kepada Allah SWT. Maka Anda tak akan takut khilafah.[]


Oleh: Nayla Hanifah (Komunitas Penulis Jombang)

Posting Komentar

0 Komentar