Kunci Menuju Perubahan Hakiki


Kemenangan Joe Biden dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) 2020 menjadi angin segar terhadap umat muslim dan Indonesia. Pria berusia 77 tahun itu dinilai lebih akrab dengan Islam dan Indonesia. (medcom.id)
Keramahan Biden terlihat saat meminta dukungan dari umat muslim AS ketika kampanye di depan komunitas muslim Amerika Serikat.

Biden memberikan harapan kepada warga muslim Amerika Serikat dengan menawarkan kebijakan yang lebih bersahabat dengan umat Islam. Biden berjanji akan mengakhiri kebijakan larangan masuk bagi imigran muslim yang selama ini dibuat oleh Donald Trump. Biden menyampaikan akan mengisi sebagian jajaran stafnya dari orang muslim, Biden berharap Islam lebih banyak diajarkan di sekolah. Karena menurutnya Muslim salah satu agama terbesar yang diakui keberadaannya di Amerika Serikat. Pengamat politik juga menyakini bahwa hubungan diplomatik Indonesia-AS di bawah kepemimpinan Biden akan semakin baik. Mengingat perlakuan Biden terhadap umat muslim yang sangat baik.

Atas dasar itulah kemudian banyak umat Islam atau komunitas muslim yang menaruh harapan besar bahwa dibawah kepemimpinan Biden kebijakan dunia akan berpihak pada kaum muslimin. Timbul keyakinan bahwa Biden tidaklah sama dengan presiden-presiden Amerika sebelumnya yang memusuhi dunia Islam dan melakukan penindasan. Umat Islam akhirnya turut mendukung serta berbahagia atas menangnya Biden dalam pemilihan presiden Amerika Serikat.
Namun, benarkah dengan terpilihnya Biden akan membawa perubahan bagi kaum muslimin?
Sebelum melakukan perubahan tentu perlu kita identifikasi terlebih dahulu akar dari permasalahan yang ada.

Adanya Islamofobia, diskriminasi umat muslim, penyerangan negara-negara muslim yang dilakukan oleh Amerika dan sekutunya, sesungguhnya bukan karena siapa pemimpinnya namun karena ideologi yang diembannya. Sebagai negara terbesar di dunia, Amerika merupakan pengemban ideologi kapitalisme-demokrasi sejati. Ideologi ini lahir dari prinsip sekularisme, yakni pemisahan agama dari kehidupan. Dalam pandangan Kapitalisme, manusia berhak menentukan aturan main kehidupannya. Aturan dibuat untuk memuluskan para kapitalis/penguasa memperoleh kekuasaan dan harta sebanyak-banyaknya tanpa memperdulikan halal dan haram.

Maka tidak mengherankan jika upaya yang mereka lakukan untuk  memperoleh kekuasaan dan harta adalah dengan jalan penjajahan, penindasan dan tipu daya. Ideologi kapitalisme telah terbukti gagal mengantarkan manusia menuju keadilan, kemakmuran dan kesejahteraan. Bahkan ideologi ini telah menimbulkan berbagai kerusakan di seluruh dimensi kehidupan.

Maka dari itu, untuk mendapatkan perubahan tidak cukup dengan mengganti pemimpin saja karena hal tersebut hanya akan membawa masyarakat pada satu kapitalis menuju kapitalis yang lain tanpa adanya perubahan kondisi. Diperlukan ideologi yang lebih baik  untuk mendapatkan perubahan yang hakiki.
Ideologi tersebut adalah ideologi Islam. Berbeda dengan ideologi kapitalisme-demokrasi, ideologi Islam dibangun di atas satu dasar, yaitu akidah Islam (tauhid).

Akidah ini menjelaskan bahwa di balik alam semesta, manusia dan hidup, terdapat Pencipta (Al Khaliq) yang telah menciptakan ketiganya serta segala sesuatu yang menyertainya. Dialah Allah SWT. Oleh karena itu, ideologi ini akan terkoneksi dengan aturanNya berupa hukum syariah, baik berasal dari al qur’an maupun as sunah. Yang mengelola kehendak manusia adalah syariah, bukan sesukanya. 

Kehendak harus dikelola berdasarkan perintah dan larangan Allah SWT, maka segala bentuk penjajahan, penindasan dan tipu daya yang tidak sesuai dengan syariah harus dicampakkan. Ideologi ini terbukti telah membawa keadilan, kemakmuran dan kesejahteraan manusia lebih dari 13 abad yang diterapkan dalam naungan daulah khilafah.
Untuk itu diperlukan upaya untuk mengembalikan penerapan seluruh hukum yang diturunkan Allah Swt dan memperjuangkan perubahan hakiki menuju penerapan syariah Islam secara kafah. Perubahan besar seperti ini memerlukan metode yang tepat, setidaknya ada empat hal yang menjadi kunci keberhasilan jalan menuju perubahan hakiki.

Pertama, harus ada kesadaran umum dan dukungan umat. Kesadaran umum sangat diperlukan dalam mewujudkan perubahan mendasar yang ideologis. Upaya mewujudkannya dengan menjelaskan keunggulan ideologi Islam yang menghantarkan kaum muslim pada kejayaannya kembali. Penjelasannya harus bersifat komprehensif yang melahirkan keyakinan pada diri umat. Bahwa syariah dan khilafah sebagai satu-satunya solusi atas berbagai problem yang mendera kaum muslim saat ini.

Kedua, adanya master-plan dan road-map yang jelas dan komprehensif. Master-plan memungkinkan umat memiliki gambaran yang jelas mengenai desain sistem yang sedang dibangun. Sedangkan road-map atau thariqah adalah metode yang harus ditempuh untuk mewujudkan master-plan tersebut. Road-map ini harus mengacu pada manhaj dakwah Nabi Saw yang mampu menghantarkan umat pada perubahan hakiki melalui daulah Islamiyah.

Ketiga, adanya kelompok (hizb atau jamaah) yang memperjuangkan perubahan tersebut secara terus-menerus dan konsisten. Hal ini sebagai konsekuensi logis karena menegakkan syariah dan khilafah merupakan aktivitas berat yang tidak mungkin dipikul oleh individu atau sekelompok individu.
Menegakkan khilafah hanya bisa diwujudkan melalui aktivitas kolektif umat yang terorganisir secara baik dalam sebuah kelompok tertentu. Aktivitas kelompok tersebut harus bersifat politis, karena memperjuangkan tegaknya syariat dan khilafah merupakan aktivitas politik.

Keempat, harus ada dukungan dari pemilik kekuatan (ahlul al-quwwah) kepada gerakan perubahan tersebut, ahlul al-quwwah pemilik kekuasaan riil di tengah masyarakat sekaligus sebagai representasi dari kekuasaan tersebut. Tanpa dukungan mereka, kelompok Islam yang memperjuangkan perubahan hakiki tidak akan mampu meraih kekuasaan dari tangan umat untuk mengakkan syariat dan khilafah.

Dari uraian di atas tergambar bahwa perubahan sejati adalah transformasi menuju peradaban yang tegak di atas ideologi shahih yang memuaskan akal, sejalan dengan fitrah manusia, dan mampu menciptakan kemakmuran holistik. Islam sebagai ideologi yang shahih bersumber dari wahyu Ilahi, yang terbukti menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan secara menyeluruh.

Maka sudah selayaknya umat fokus dan lebih giat berjuang untuk mewujudkan perubahan hakiki. Dengan menumbangkan sistem sekuler demokrasi yang kufur dan menggantinya dengan sistem yang paripurna yaitu Islam kafah. Menerapkan hukum Allah Swt dalam naungan khilafah, maka akan menjamin dan mengundang kebaikan dan keberkahan dari Allah Swt. Wallahu a’lam bish-shawab.[]

Oleh: Kamilah Azizah

Posting Komentar

0 Komentar