Ketua MTI: Penghina Nabi SAW Berlindung di Balik Kebebasan Berpendapat



TintaSiyasi.com-- Menanggapi penghinaan Nabi Muhammad SAW di Prancis, Ketua Majelis Taqorrub Ilallah (MTI) Ustaz Haidar Amthory, S.T., mengungkapkan bahwa para penghina Nabi SAW berlindung di balik narasi kebebasan berpendapat.

"Dari paham kebebasan berpendapat itulah orang-orang bisa berlindung di belakangnya, meskipun bertentangan dengan hukum Allah. Maka sudah menjadi bukti bagi umat Islam tidak boleh mengambil sesuatu yang bertentangan dengan Islam," ujarnya dalam Aksi Damai Bela Nabi SAW di depan kantor Gubernur Jawa Tengah Semarang, Kamis (5/11/2020).

Ia menjelaskan, apa yang terjadi di Prancis adalah bukti demokrasi sangat bertentangan dengan Islam. "Demokrasi mengajarkan kepada manusia tentang kebebasan, apa itu kebebasan baik kebebasan berpendapat, kebebasan berperilaku, kebebasan beragama, maupun kebebasan berekonomi," bebernya.

Oleh karena itu, menurutnya seseorang dapat melakukan kebebasan yang melanggar syariat Islam karena alasan kebebasan.

"Cukup dengan hukum Islam, maka akan mendapat rahmat Allah. Kesejahteraan telah dibuktikan dengan sejarah terdahulu umat Islam menerapkan hukum Islam," pungkasnya.[] Amah Muna dan Ika Mawarningtyas

Posting Komentar

0 Komentar