'Ketika Guru Berselingkuh dengan Muridnya', Fahmi Amhar: Itu Bukan Tulisan Saya!


TintaSiyasi.com--Terkait tulisan berjudul 'Ketika Guru Berselingkuh dengan Muridnya' yang viral di WhatsApp Group dan kanal media sosial lainnya, Prof. Dr. -Ing. H Fahmi Amhar mengatakan bahwa itu bukan tulisannya.

"Itu bukan tulisan saya. Saya dapat di WAG (WhatsApp Group) dan sudah viral," tuturnya kepada TintaSiyasi.com, Sabtu (7/11/2020).

Ditemui sebelumnya, tulisan tersebut telah mencatut namanya dan viral. Ia mengakui isi tulisan viral itu sahih, tetapi ia tidak tahu siapa penulisnya. "Jadi saya tidak tahu penulis aslinya. Tapi isinya sahih," pungkasnya.


Berikut tulisan viral yang bukan ditulis oleh Prof. Fahmi sapaan akrabnya.

KETIKA MURID #BERSELINGKUH Dgn GURUNYA. 
(MacronMaladie/Mental,illnes)

Prof. Fahmi Amhar

Beberapa puluh tahun lalu. Seorang siswa berumur 15 tahun menyukai guru kelasnya yang berumur 40 tahun. Awalnya sang guru menolak cinta sang murid. Tapi karena intensnya mereka bertemu dan bujuk rayu sang murid akhirnya luluh juga hati wanita tersebut. Sebelumnya guru wanita ini hidup normal dengan seorang suami dan 3 orang anak. Sang murid menyuruh si guru untuk meninggalkan suaminya maka bercerailah mereka untuk memuluskan perselingkuhan antara murid dan guru. 

Publik akhirnya tahu affair ini. Mereka marah bagaimana mungkin seorang guru wanita berzina dengan murid yang seusia anaknya. Heboh lah khalayak dan yang jadi tertuduh sudah pasti si guru sebagai orang dewasa. Pihak sekolah memecat guru tersebut sementara si siswa kini kemudian menjadi presiden Perancis !! Dan guru ini menjadi ibu negara mendampingi sang presiden, pasangan murid dan ibu guru.

Wajar saja jika Sabtu kemarin Erdogan dalam pidatonya di kongres provinsi Partai AK di kota Kayseri, Turki mengatakan, “Apa masalah orang bernama Macron ini dengan kaum Muslim dan Islam? Macron membutuhkan perawatan pada tingkat mentalnya"
 "Orang yang bertanggung jawab atas negara Prancis telah tersesat. Dia terus berbicara tentang Erdogan sepanjang hari. Lihatlah diri Anda dimasa lalu dan ke mana Anda akan pergi untuk mengelak dari semua itu (masa kelam macron), Saya katakan di Kayseri kemarin, dia adalah sosok berkasus/penuh masalah dan dia benar-benar harus diperiksa mentalnya”.

Saya hidup di masa presiden AS dipimpin oleh Ronald Reagan hingga Trump. Sebenci2nya pemimpin AS terhadap Islam seperti yang dilakukan oleh keluarga Bush, tak pernah mereka membawa kebencian itu dalam wilayah negara. Namun Macron membawa permusuhan itu ke istananya. Inilah satu2nya pemimpin yang membawa negaranya untuk membenci satu agama selama saya hidup.

Sesungguhnya apa yang dilakukan oleh Macron hanya membenarkan apa yang ada di dalam Al Quran : Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. (Al Baqarah : 120)

Islam gak ngapa2in tapi dibenci setengah mati. Emang ada apa dengannya, begitu kata presiden Erdogan.

Dulu di Perancis pernah ciptakan dansa intim antara pria dan wanita (semodel Salsa). Sultan terbesar di Dinasti Turki Utsmani, Sulaiman Al Qonuni -rohimahulloh- yang mengetahui perihal itu mengirim surat kepada raja Prancis :

"Telah sampai padaku berita bahwa kalian membuat dansa mesum antara laki-laki dan perempuan.
JIKA SURATKU INI TELAH SAMPAI PADAMU, PILIHANNYA: KALIAN HENTIKAN SENDIRI PERBUATAN MESUM ITU ATAU AKU DATANG KEPADA KALIAN DAN AKU HANCURKAN NEGERI KALIAN."

Setelah surat itu, dansa di Prancis berhenti selama 100 tahun. Itulah hari2 dimana saat kita adidaya.

Kini negara yang sama kembali berulah dengan menghina Rasul mulia, bahkan untuk yang kesekian kali, Namun tak satupun dari kita yang mampu menghentikannya. Tak ada lagi yang mampu berbuat seperti layaknya Sulaiman Al-Qonuni.

Reporter: Ika Mawarningtyas

Posting Komentar

0 Komentar