Janji Kemenangan Biden, Akankah Suara Muslim 'No Hidden'?




Huru-hara pemilu yang terjadi di Amerika Serikat menjadi pusat perhatian dunia. Sabtu lalu (7/11) diumumkan Joe Biden sebagai pemenang atas lawan politiknya Trump. Mengingat saat ini banyak islamophobia, suara Muslim dibungkam dan di sembunyikan (hidden). Adakah pengaruh dari kemenangan Biden terhadap kehidupan Muslim?

Presiden terpilih Joe Biden menyatakan kini "waktunya untuk menyembuhkan" Amerika yang terpecah belah. Pada saat yang sama Donald Trump menolak untuk menyerah dan terus maju dengan gugatan hukum terhadap hasil pemilu.

"Warga bangsa ini telah berbicara. Mereka telah memberi kami kemenangan yang jelas, kemenangan yang meyakinkan," kata Biden kepada pendukungnya, dalam pidato pertama setelah kemenangannya di Wilmington, Delaware.

Kemenangan Biden pada Sabtu (7/11) di Pennsylvania menempatkannya di atas ambang 270 suara Electoral College yang ia butuhkan untuk meraih kursi kepresidenan.

Biden berjanji ia akan berusaha untuk menyatukan negara dan "mengerahkan kekuatan kepatutan" untuk memerangi pandemi COVID-19, membangun kembali kemakmuran ekonomi, menjamin perawatan kesehatan untuk keluarga Amerika, danj membasmi rasisme sistemik. (antaranews.com 8/11)

Sementara itu, dilansir dari jakbarnews.com (7/11/20) Biden memberikan pernyataan dan janji kepada Muslim dunia "Saya berjanji kepada Anda sebagai presiden, Islam akan diperlakukan sebagaimana mestinya, seperti keyakinan agama besar lainnya. Saya sungguh-sungguh bersungguh-sungguh," kata Joe Biden.

Seakan memberi harapan dan angin segar bagi perbaikan kondisi Muslim di berbagai belahan dunia, Biden beberkan janji kampanye tersebut akankah janji tersebut terealisasi? Ataukah hanya sensasi sebagai penarik simpatisan suara belaka?  

Jika kita menelisik lebih jauh, janji manis kampanye hanya pemanis bibir semata. Faktanya, setelah mereka berkuasa, mereka sibuk untuk mengembalikan modal kampanye. Lebih-lebih yang berjanji adalah pemimpin nomor satu di dunia yang mengemban ideologi kapitalism.

Dicermati demokrasi kapitalisme memberikan peluang untuk para kapitalis menguasai sumber daya alam. Padahal sumber daya alam harusnya dikuasai oleh negara. Hal ini, mengakibatkan kerusakan alam. Watak kerakusan mengeruk kekayaan alam dengan menjajah negara-negara Muslim yang terpetak-petak oleh nation. Pada faktanya Amerika memang selalu memperebutkan wilayah yang kaya akan minyak bumi.

Semua telah mengetahui dalam sistem pemerintahan demokrasi, kebutuhan mendasar rakyat yang harusnya dipenuhi oleh negara, justru diperjualbelikan dengan harga tinggi menjulang ke langit . 

Tujuannya sudah sangat jelas, tidak lain hanyalah untuk meraup keuntungan dari rakyat, sebagai contoh pajak dan pungutan lain diberbagai bidang kehidupan.

Termasuk dalam aturan beragama sistem demokrasi yang mensekulerkan agama dengan kehidupan. Apakah mungkin suara Muslim no hidden?

Banyak negara Barat yang menganggap mereka mengedepankan asas kebebasan, tapi faktanya tak juga berlaku bagi muslim misalnya saja terkait cadar. Tidak sedikit kasus muslimah yang mendapat tindakan represif dari mereka yang memiliki penyakit islamophobia.

Tidak hanya masalah pakaian, gelagat kebangkitan Islam jika sedikit saja tercium aroma "politik Islam" yang mengadopsi warisan Rasulullah, auto radikal yang mereka sematkan pada kelompok tersebut.

Belum lagi gembar-gembor Barat mengenai kampanye terorisme, yang sebenarnya ulah tangan mereka sendiri. Agar dimaksud untuk menakut-nakuti umat Islam terhadap ajaran agamanya sendiri, ini semua sudah cukup bukti bahwa demokrasi menumbuh suburkan islamophobia.

Sehingga tidak pada tempatnya bagi Muslim mengharap kepada Barat dalam sandaran perubahan kebijakan, dari kampanye Biden Muslim janganlah mudah terkecoh atas "manis"nya janji demokrasi.

Tidak mungkin watak kolonialisme Barat dengan mudahnya barbalik arah tanpa ada " Tujuan" tertentu untuk melanggengkan kekuasaan.

Kampanye-kampanye hanya alat pengumpul suara, bukan janji yang bisa dimintai pertanggung jawaban.

Oleh karena itu Muslim harus mencontoh thoriqoh dakwah yang di contohkan Rasulullah SAW dalam perjuangan mengembalikan gemilangnya Islam seperti dulu kala.

Hanya dengan sistem pemerintahan islam yaitu khilafah, kebijakan-kebijakan yang diambil benar nyata membawa kondisi yang lebih baik untuk Muslim serta penegakan syariat Islam secara menyeluruh.[]

Oleh: Amah Muna
Sahabat Muslimah Kendal

Posting Komentar

0 Komentar