Islamofobia Hingga Rasisme, Bukti Mereka Terusik Dakwah Islam



Genderang islamofobia kembali digencarkan oleh Perancis. Saat Presiden Perancis Emmanuel Macron membuat pernyataan yang memicu kemarahan umat muslim. Hal tersebut membuat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meradang dan kembali membuat pernyataan balik bahwa pernyataan Macron mengenai Islam sangat berbahaya karena sifatnya provokasi.

Umat Islam yang tinggal di negara-negara Eropa menjadi warga minoritas yang selalu mendapat perlakuan kurang menyenagkan. Seakan umat muslim adalah musuh dalam selimut yang selalu diwaspadai kehadirannya di antara mereka. Padahal semua fitnah dan isu yang dihembuskan oleh mereka sendiri menjadi bumerang yang mereka rasakan. 

Saat ini umat muslim sedang menggeliat, berbagai serangan pemikiran, opini, fitnah, labelisasi, monsterisasi yang mereka gencarkan, semata-mata dalam upaya melemahkan kekuatan umat muslim di seluruh dunia. Namun semua serangan itu tidak menjadikan umat muslim semakin lemah, tapi sebaliknya lebih kuat dan memiliki pandangan yang sama terhadap orang-orang barat pengususng kapitalis, sekuleris dan liberalis bahwa mereka selalu mencari cara agar Islam tetap bisa dilemahkan demi kelanggengan kekuasaan mereka pada negara-negara Islam dunia. 

Itulah mengapa ucapan Macron membuat Erdogan meradang. Bentuk pernyataan yang diucapkannya dianggap sebagai serangan bagi umat muslim. Menyebarkan Islamofobia dan mengecam restrukturisasi Islam adalah hal yang tidak sopan dilakukan oleh seorang negarawan. Erdogan mendesak Macron untuk bertindak seperti negarawan yang bertanggung jawab, Ia juga menyayangkan di banyak negara Barat, rasisme dan Islamofobia malah dilindungi oleh negara itu sendiri. 

Menurutnya "Mereka yang membelokkan target mereka alih-alih menghadapi rasisme dan Islamofobia adalah orang-orang yang merugikan masyarakat mereka. Stigmatisasi Muslim, yang telah hidup dalam masyarakat Prancis selama setengah abad, sebagai 'separatis' akan menyebabkan konflik besar. Tidak ada yang berhak mempertaruhkan keselamatan hidup dan harta benda Muslim atau kebebasan berkeyakinan dan beribadah." Tegasnya. ((cnbcIndonesia, 8/10/2020).

Di tengah nada-nada cukup optimis terhadap masa depan peradaban Barat, seperti yang disuarakan Francis Fukuyama, sebenarnya juga semakin banyak ilmuwan yang melihat peradaban Barat sebagai ancaman bagi umat manusia.

Marvin Perry memulai kata pengantar untuk bukunya Western Civilization: a Brief History dengan ungkapan: "Western civilization is a grand but tragic drama." Menurut Perry, peradaban Barat adalah peradaban yang besar, tetapi merupakan drama yang tragis.  Meskipun sukses dalam pengembangan berbagai bidang kehidupan, tetapi kurang berhasil dalam menyelesaikan penyakit sosial dan konflik antar-negara. Sains Barat, meskipun sukses dalam mengembangkan berbagai sarana kehidupan, tetapi sekaligus juga memproduksi senjata pemusnah massal.

Maka, jika saat ini Barat merasa tengah berada dalam ancaman atau terhalang oleh kebijakan dan gerak umat muslim dunia, maka tak heran, jika mereka mulai hembuskan kembali islamofobia sebagai tanda mereka mulai terusik kenyamanannya. Menyerang muslim menjadi salah satu alat penting bagi politisi dan pemain ekonomi global Eropa dan Barat untuk menyembunyikan kegagalan mereka.

Jika demikian, umat Muslim tidak hanya butuh satu atau dua negara yang mengambil sikap membela Islam dengan berbagai pernyataan politik di dalamnya. Tetapi umat butuh satu kekuatan yang mampu melawan kapitalisme yang akan terus membuat onar dengan beragam bentuk penghinaan, diksriminasi, kezaliman pada Islam dan ajarannya. 

Saatnya umat Muslim bersatu dalam satu kepemimpinan umum bagi seluruh kaum muslim di dunia untuk menerapkan hukum-hukum Islam dan mengemban dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia. Orang yang memimpinnya disebut Khalifah, dapat juga disebut Imam atau Amirul Mukminin. Itulah sistem pemerintahan Islam Daulah Khilafah Islamiyah yang mampu menyatukan umat muslim dunia. Sebagai junnah (pelindung) dari musuh-musuh Islam yang selalu ingin menghancurkan baik secara halus maupun terang-terangan. 

Negara akan membela umat Islam seluruh dunia dengan cara yang tegas, santun dan berwibawa. Tak akan ada satupun bangsa-bangsa di dunia yang berani mengintimidasi umat muslim, menjajah tanah-tanah wilayah muslim, berbuat zalim kepada siapapun, apalagi menghina Baginda Rasululullah Saw tanpa rasa bersalah sedikitpun. Itulah kekuatan Daulah Islam dibawah kepemimpinan khalifah sebagai pelindung seluruh umat Muslim dunia.[]

Oleh: Desi Wulan Sari, M.,Si.
(Pengamat Publik dan Pegiat Literasi)


Posting Komentar

0 Komentar