TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Dua Prajurit TNI Disanksi Usai Unggah Video Terkait Imam Besar, Edy Mulyadi: TNI Sudah Menjadi Alat Kekuasaan



TintaSiyasi.com--Dua prajurit TNI (Kopda AD dan Serka AU) dikenai sanksi usai mengunggah video terkait kepulangan Imam Besar FPI Habib Rizieq Sihab, Presidium Aliansi Selamatkan Merah Putih (ASMaPi) Edy Mulyadi berpendapat TNI telah menjadi alat kekuasaan.

"Peristiwa yang dialami oleh dua anak-anak ini, Kopda dan Serka ini, mau tidak mau, suka tidak suka, rakyat berpendapat TNI pun sudah menjadi alat kekuasaan," ujarnya kepada Tintasiyasi.com, Kamis (12/11/2020).

Pasalnya Edy sangat menyesalkan jika TNI juga menjadi alat kekuasan, ia menilai, masyarakat sudah lama merasa Polisi terlampau menjadi alat kekuasaan untuk memukul dan membungkam oposan. "Panglima TNI, saya kira sudah banyak rakyat Indonesia yang prihatin terhadap polisi. Polisi yang dianggap terlampau menjadi alat kekuasaan untuk menghadapi orang-orang atau pihak-pihak yang kritis," jelasnya.

Terlebih lagi, Edy tidak mengerti alasannya mengapa kedua prajurit itu dianggap tidak netral dan melanggar Sapta Marga. Ia membandingkan kejadian serupa pada awal April 2020 silam, Komandan Paspampres Mayjen Maruli Simanjuntak mengecam para pengeritik pemerintah di akun medosnya. Namun, menurutnya, hingga kini tidak ada tindakan apa pun terhadap Maruli.

Ia mengira, karena postingan Maruli membela penguasa dan menyerang para pengkritik rezim. "Tapi saya kira karena postingannya menunjukkan keberpihakan kepada rezim penguasa," tambahnya.

Selanjutnya ia berharap TNI dapat menjaga netralitasnya sebagai alat negara. "Jaga netralitas TNI sebagai alat negara bukan alat kekuasaan," pungkasnya.[] Dewi Srimurtiningsih

Posting Komentar

0 Komentar