Boikot Total Negara Penghina Nabi


Aksi boikot produk Prancis semakin meluas di seluruh negeri kaum muslim termasuk Indonesia, aksi boikot ini terjadi setelah Presiden Emmanuel Marcon menghina Islam dan memberi dukungan kepada koran Charlie Hebdo yang memuat karikatur Nabi SAW dengan alasan kebebasan berpendapat (detik.com). Aksi boikot ini akan terus berlangsung sebelum Presiden Marcon meminta maaf, seperti pada aksi 411 baru lalu di depan kedubes Prancis (vivanews.com). 

Ini bukan kali pertama negara dengan icon menara Eifel tersebut melakukan penghinaan terhadap nabi dan islam. Jika di lihat kembali ke belakang, banyak sekali peristiwa yang menandakan Islamophobia negara tersebut, contohnya betapa seringnya koran/majalah satir charlie hebdo yang memuat karikatur nabi, pelarangan cadar dan niqab, dan yang terbaru penusukan dua muslimah di bawah menara eifel. Dan nampaknya mereka tidak akan berhenti untuk terus menghina dan melecehkan nabi dan islam. Bahkan sikap pemerintah macron, dinilai sengaja untuk memantik respon umat islam atas pengesahan UU radikalisme di Prancis yang akan datang (muslimah.news.com).

Sungguh pelecehan-pelecehan terhadap nabi dan Islam akan terus terjadi hal itu di sebabkan oleh kebencian kafir barat terhadap Islam. Allah SWT berfirman: "Orang-orang Yahudi dan Nasrani, tidak akan senang kepadamu, hingga kamu mengikuti agama mereka". (QS Albaqarah:120). Dan satu hal yang penting dikarenakan sistem yang dianut oleh dunia ini yaitu demokrasi sekuler di mana demokrasi sekuler menganut empat prinsip kebebasan, salah satunya kebebasan berpendapat sehingga mereka kafir barat semakin lantang untuk menghina dan melecehkan nabi dan Islam dengan dalih bebas berpendapat.

Lalu apa solusi yang tepat yang bisa dilakukan untuk menghentikan penghinaan dan pelecehan terhadap Nabi dan Islam? Memboikot produk-produk saja tidaklah cukup, sebab produk tidak hanya yang bersifat fisik (madaniyah), namun ada pula produk pemikiran (hadloroh). Bahkan produk pemikiran justru lebih berbahaya. Bahkan Perancis merupakan pioner lahirnya pemikiran sekulerisme dan demokrasi (trias politica) di dunia, yang ditandai dengan lahirnya era Reneissance. 

Bahkan gaung islamophobia sejak masa perang salib, tidak terlepas dari peran Prancis. Boikot terhadap produk barang-barang Prancis tidaklah salah, sebab hal inipun mampu memberikan tekanan pada macron, dan sebagai wujud ekspresi kemarahan umat terhapad penghinaan atas Nabi Saw yang boleh dibilang paling minimal. Sebelumnya Prancis pernah diboikot namun terbukti tak pernah jera. Jadi perlu dilakuksn boikot total (barang dan pemikirannya) dan semua ini hanya bisa dilakukan jika diterapkannya syariah islam dibawah institusi daulah al khilafah. Dimana khilafah akan bertindak tegas terhadap para penghina nabi dan islam, sebagaimana ketegasan yang dilakukan sultan Abdul Hamid II dibawah power negara khilafah, saat Prancis akan menampilkan teater yang tentang Rasululloh Saw. 

Siapa saja yang melakukan penghinaan terhadap Nabi dan Islam, maka akan ditindak tegas dengan hukuman mati. Jika pelaku penghinaan negara maka Khilafah tidak segan-segan mengirimkan pasukannya untuk berjihad untuk memerangi negara tersebut. Karena begitulah bila Islam diterapkan, negara memiliki wibawa dan harga diri, tidak jadi obyek hinaan dan pelecehan terus menerus. Maka marilah kita berjuang agar syariat Islam bisa tegak di muka bumi ini dan tentunya dalam naungan Daulah Khilafah karena Khilafah lah yang akan menjaga kehormatan nabi dan Islam. Wallahu A'lam Bishawab.[]

Oleh: Elis Heriani

Posting Komentar

0 Komentar