Berharap Pada Joe Biden, Mustahil




Pemilihan Presiden Amerika Serikat telah selesai dilaksanakan. Amerika Serikat telah memilih Joe Biden sebagai Presiden terpilih dan Kamala Harris sebagai wakil presiden terpilih. Joe Biden terpilih sebagai Presiden AS setelah mendapatkan 279 electoral vote, sedangkan Donald Trump hanya 214. Angka 279 yang Biden raih cukup membawanya ke Gedung Putih. Namun penghitungan suara masih berlangsung dan angka untuk Biden sepertinya akan terus bertambah. (dilansir medcom.id 08/11/2020).

Dalam Kampanyenya yang disampaikan melalui akun Youtubenya, Joe Biden berjanji akan berpihak kepada umat islam. "Saya berjanji kepada Anda sebagai presiden, Islam akan diperlakukan sebagaimana mestinya, seperti keyakinan agama besar lainnya. Saya sungguh-sungguh bersungguh-sungguh," kata Biden dalam video di Youtube dikutip dari RRI, Minggu (8/11/2020). (dilansir cerdikindonesia.pikiran-rakyat.com 08/11/2020).

Tentu dari pernyataan Biden tersebut membuat publik terutama kaum Muslim terbuai dengan janji manis Biden. Berbeda dengan Trump, Biden terkesan ramah dan seolah memberikan harapan bagi kelangsungan hidup umat islam. 

Namun, pada hakikatnya AS tetaplah negara yang berideologi kapitalisme yang erat dengan nilai materialistik. Kapitalisme yang berasaskan sekuler (memisahkan agama dari kehidupan). Mustahil akan berpihak pada umat islam. 

Bergantinya Presiden AS mungkin terjadi perubahan secara gaya dan pendekatan kepemimpinan, namun watak asli kapitalis akan tetap melekat dalam kebijakan Amerika Serikat. Perubahan yang diharapkan hanyalah ilusi semata. Selama AS masih teguh menerapkan ideologi kapitalisme, umat islam tetap akan menjadi korban kebengisan dan kerakusan AS dan sekutunya. Amerika tetaplah Amerika yang akan tetap memusuhi Islam. Maka mustahil berharap kepada Presiden baru AS yang konon berpihak kepada umat Islam. 

Sudah saatnya umat islam bersandar kepada sistem yang kuat. Satu-satunya sistem yang paripurna. Sistem yang terbaik karena berasal dari Allah Dzat yang paling hebat. Bukan dari manusia. 

Sistem Islam dalam naungan Khilafahlah yang merupakan sistem terkuat dan mampu menandingi kekuatan AS. Sistem yang mampu menyelamatkan umat islam dari keterpurukan. Sistem yang seharusnya dijadikan harapan terbaik bagi umat Islam untuk keluar dari penjajahan AS. Maka berharap pada Joe Biden sangat mustahil!

Oleh: Robby Vidiansyah Prasetio


Posting Komentar

0 Komentar