Baliho Dicopot TNI, Jurnalis: Ingin Menunjukkan 'Sign' Kekuasaannya



TintaSiyasi.com-- Pencopotan baliho (spanduk) Imam Besar Front Pambela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab (HRS) oleh TNI dinilai Jurnalis Media Umat Mujiyanto ada sign kekuasaan yang ingin ditunjukkan kepada masyarakat.

"Dia ingin menunjukkan kekuasaannya di hadapan masyarakat bahwa dia masih bisa berlaku apa saja. Ini sign yang coba dikirimkan kepada masyarakat. Itu juga sign yang ingin dikirimkan kepada Habib dan pendukungnya," tuturnya dalam acara Bincang Media Umat Bersama Ustaz Mujiyanto: Ahlan WaSahlan Ya Habib, Ahad (22/11/2029) di kanal Youtube Follback Dakwah.

Menurutnya, di balik itu semua ada power yang ingin ditunjukkan. "Sebenarnya di situ ingin menunjukkan power-nya. Power yang ada di balik itu. Karena kalau dilihat dari sisi yang lain tidak level. Ngapain ngurusin masalah gitu? Ngurusi spanduk? Ini kan tidak level," ujarnya.

Ia juga mengungkapkan ada kepentingan-kepentingan show of power yakni menunjukkan kekuasaan kepada Habib. "Ini menunjukkan kekuasaannya bahwa dia tidak bisa dikalahkan, apalagi oleh Habib. Langsung ke Habib. Karena spanduk yang dicopot adalah spanduk Habib. Bukan spanduk yang lain. Spanduk lain enggak ada yang dicopot. Artinya dia itu sedang berhadap-hadapan dengan Habib," ungkapnya.

Di samping itu, ia melihat ada upaya dari kalangan yang merasa ketinggalan dari sisi perang opini. "Bagaimana dia jauh tertinggal dan kemudian ingin melakukan pembalasan. Pembalasannya pun harus luar biasa. Kalau pembalasannya hanya ketua RT yang nyopot ya enggak nampak. Maka ini harus pakai Panser. Sehingga ini menunjukkan, di balik ini semua itu ada: Ini loh gue bisa menunjukkan apa saja. Ini loh gue yang bisa memegang kekuatan-kekuatan yang real," pungkasnya.[] Achmad Mu'it

Posting Komentar

0 Komentar