Bagaimana Demokrasi Mati? Aktivis 98 Ungkap Empat Hal

TintaSiyasi.com-- Viralnya foto Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sedang membaca buku yang berjudul How Democracies Die, mendapat perhatian banyak kalangan. Politikus sekaligus Aktivis 98 Agung Wisnuwardana mengungkapkan empat hal bagaimana demokrasi itu mati.

"Ada empat hal yang menyebabkan atau bagaimana demokrasi itu mati," tuturnya kepada TintaSiyasi.com, Senin (23/11/2020).

Menurutnya, empat hal itu adalah, pertama, lemahnya komitmen terhadap sendi-sendi demokrasi. Ia menuturkan, ciri-ciri dari lemahnya demokrasi, jika telah terjadi pembatasan hak-hak berpolitik dan berorganisasi bagi warga negara. "Kalau ciri-ciri parameter itu ada, maka itu menunjukkan bahwa demokrasi akan mati, berganti menjadi otokrasi atau otoriter," tegasnya.

Kedua, penolakan terhadap legitimasi oposisi. Adapun ciri-cirinya menurutnya adalah apabila telah terjadi pembungkaman terhadap lawan politik dan upaya delegitimasi terhadap pihak oposisi.

Ketiga, toleran terhadap aksi kekerasan. Ia menjelaskan tanda-tandanya yaitu bila rezim penguasa telah terang-terangan memakai kekerasan dan main hakim sendiri dalam menghadapi rakyat dan lawan politiknya. "Ini yg menunjukkan bahwa demokrasi itu akan mati," ujarnya.

Keempat, kesiapan untuk membungkam kebebasan sipil. Ia mengungkapkan, tolok ukurnya yaitu bila penguasa telah membatasi hak-hak politik warganya dan pembatasan dalam menyampaikan kritik. "Jadi orang-orang yang mengkritik kemudian dijerat dengan UU, kemudian dikriminalisasi gitu," beberanya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa matinya demokrasi di Indonesia sangat mungkin terjadi bila melihat fakta-fakta yang ada dan juga empat indikasi demokrasi akan mati. Ia mengatakan bagaimana di masa orde baru, sangat nampak sekali. Bahkan menurutnya, jika dilihat dari rezim yang berkuasa hari ini sangat nampak ciri-ciri akan matinya demokrasi .

"Itulah problem-problem demokrasi yang ada di tengah-tengah kita hari ini, sehingga menurut saya bahwa demokrasi itu pasti akan mati," tambahya.

Menurutnya, sebagai seorang Muslim harusnya melihat masalah demokrasi ini pada keseluruhannya, terutama pada dasarnya. "Nah, ketika problem demokrasi itu pada akarnya, yaitu dengan adanya kebebasan dan tidak bisa mengenal baik dan buruk, maka di sinilah kita harus kembali pada aturan Allah SWT yang jelas mengetahui baik dan buruk buat manusia," pungkasnya.[] Rasman

Posting Komentar

0 Komentar