Ajengan Yuana Ryan Tresna Tegaskan Minol Induknya Kejahatan



TintaSiyasi.com-- Menyoal RUU Minol (minumal beralkohol) yang masih menjadi polemik, Mudir Mahad Khadimus Sunnah Bandung Ajengan Yuana Ryan Tresna mengatakan bahwa minuman beralkohol adalah induk dari kejahatan dan bisa membuat hilangnya akal.

"Nah, kenapa tadi ini menjadi induk dari kejahatan? Karena ia akan menyebabkan hilangnya akal. Nah, ketika orang itu kehilangan akal, maka dia tidak bisa kontrol atas dirinya, ketika dia tidak bisa melakukan kontrol atas dirinya maka kejahatan apapun bisa dia lakukan," tuturnya dalam Kajian Online Fokus: Pro Kontra RUU Minol, Ahad (22/11/2020) di kanal Youtube Fokus Khilafah Channel.

Ia memberikan contoh kejahatan-kejahatan besar yang bisa dilakukan oleh para peminum khamr di antaranya seperti berzina. Ia menambahkan, bahaya orang yang mabuk karena minum khamr bisa berzina dengan ibunya atau saudari-saudarinya. 

"Nah, Nabi saw sudah jelaskan bahwa itu adalah perkara yang diharamkan. Misalnya ketika Nabi Muhammad saw menegaskan bahwa setiap yang memabukkan, maka itu adalah khamr. Dan setiap khamr itu adalah haram. Dan keharamannya itu tidak dilihat dari banyak sedikitnya," jelasnya.

Beliau mengungkapkan bahwa Nabi saw itu melaknat tentang sepuluh golongan orang berkaitan dengan khamr, di antaranya, yang memerasnya, yang minta diperaskannya, yang meminumnya, yang mengantarkannya, yang minta diantarkannya, yang menuangkannya, yang menjualnya, yang makan harganya, yang membelinya, dan yang minta dibelikannya. "Apalagi yang melegalkannya, itu lebih (dilaknat)," tandasnya.

Lebih lanjut ia menegaskan, semua perkara apapun yang dilarang Nabi, maka harus dijauhi dan apa saja yang diperintahkan, maka itu yang dikerjakan. Menurutnya, minol yang dilarang Nabi Muhammad saw seharusnya dijauhi dan dilarang.

"Maka dalam konteks ini pilihan seorang Muslim ketika dilarang tentang sesuatu itu, jauhilah tanpa kompromi. Karena apa? Karena larangan tentang sperti ini sudah sempurna. Kan beda ketika pelarangan zaman dulu itu memang ada tahapan karena sesuai dengan asbabun nuzul dari ayat Al-Quran. Tapi sekarang larangan itu sudah sempurna," pungkasnya.[] Rasman

Posting Komentar

0 Komentar