TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Yuk Hijrah dari Korean Wave

Korean Wave atau gelombang demam Korea yang meliputi Korean pop, Korean film, Korean life style, membawa dampak buruk yaitu gaya hedonis materialis. Tidak hanya bagi generasi muda namun juga para ibu milenial.

Jika kita telisik di balik hiburan yang mereka suguhkan, sejatinya bukan life style Korea, tapi budaya life style barat yang dikemas dengan nuansa Asia, agar lebih mudah diterima.

Bahaya Korean Wave 

Life style Korean wave yang disuguhkan pada musik dan film, cenderung pada kehidupan borjuis yang memicu pola hidup hedonis materialis bagi generasi. Busana yang terkesan terbuka, juga interaksi laki-laki dan perempuan yang cenderung bebas. Life style problem solver ketika menghadapi masalah dengan minum alkohol, dan operasi plastik jika penampilan tidak "perfect".

Selain itu, bahaya Korean  wave ialah mengubah mindset generasi. Hal ini menyebabkan rusaknya akidah generasi karena tasyabuh (meniru-niru) budaya life style para artis Korea dalam semua sisi kehidupannya.

Bahaya terkikisnya akhlak generasi akibat meniru kehidupan life style Korea yang cenderung liberal (bebas), menjadikan generasi kita menjadi generasi pembebek, generasi lemah secara pemikiran, kepribadian baper yang mudah dirusak. Itulah kerusakan yang ditimbulkan. Generasi yang seharusnya menjadi agen of change 
justru menjadi korban budaya kufur.

Islam Membina Generasi 

Islam seharusnya tidak hanya dipahami sebagai agama ritual tapi diterapkan menjadi ideologi, way of life atau pandangan kehidupan. Islam membawa seperangkat aturan untuk semua sisi kehidupan manusia termasuk bagaimana sistem Islam melindungi generasi. 

Dalam sistem Islam, generasi dibina dengan akidah dan tsaqofah Islam yang lurus, disibukkan dengan ketaatan sehingga jauh dari kehidupan hedonistik, serta jauh dari tasyabuh meniru kaum kuffar. 

Negara juga berperan untuk menutup semua konten media yang berisi budaya yang bertentangan dengan Islam. Keluarga dalam Islam berfungsi sebagai madrasah pertama dan utama generasi, sehingga mereka menjadikan kepribadiannya (pola pikir dan pola sikap) sesuai dengan Islam.

Islam menyiapkan generasi menjadi pemimpin peradaban masa depan. Semua kemaslahatan itu hanya akan terwujud jika sistem Islam diterapkan dalam semua sisi kehidupan.[]

Oleh: Imanda Amalia, SKM, MPH 
(Dosen, founder @rumahsyariahinstitute)

Posting Komentar

0 Komentar