TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Yakin! Khilafah Solusi Atasi Pandemi



Menurut data yang terlansir dalam merdeka.com dengan tajuk ‘Data Terkini Jumlah Korban virus Corona di Indonesia’ sejak kasus positif virus Covid-19 pertama kali di Indonesia hingga saat ini menunjukkan angka yang semakin bertambah dari hari ke hari. Hal ini adalah merupakan salah bukti setengah hatinya pemerintah dalam mengatasi pandemi ini.

Adapun kebijakan yang dikeluarkan pada saat pandemi hingga saat ini belum menjadi solusi yang solutif, akibat lebih banyak mempertimbangan untung rugi ketimbang nyawa rakyatnya. Terbukti dengan banyaknya fasilitas pariwisata, penerbangan dan sebagainya yang kembali dibuka dan menjadikan masyarakat hidup berdampingan dengan virus Corona.

Bukankah hal yang sangat aneh apabila negara sebagai tempat bernaung masyarakat untuk dilindungi, namun pada faktanya saat ini tidak dilindungi dengan semaksimal mungkin. Sebagaimana yang terlansir dalam m.cnnindonesia.com dengan tajuk ‘Satgas Minta Tak Perlu Soroti RS Penuh, Tapi Perilaku Warga’. Perilaku warga yang ditekankan adalah untuk selalu menjaga protokol kesehatan. 

Pernyataan tersebut memang ada benarnya namun, perlu juga kita ingat bahwasanya jumlah masyarakat kita juga banyak. Tanpa adanya filter secara menyeluruh dan merata maka akan membutuhkan waktu dan kerja yang sangat keras bahkan menjatuhkan korban jiwa yangsangat banyak untuk keluar dari pandemi ini. Hal ini akan sangat lumrah kita temui baik itu dalam sistem otokrasi atau demokrasi karena asas bathil dan tidak sesuai dengan fitrah kita sebagai manusia hamba Allah di muka bumi ini. 

Permasalahan mungkin saja dapat diatasi namun, pasti dengan cara tambal sulam kebijakan yang berlangsung lama bahkan tidak akan berhenti hingga sistem itu diganti dengan sistem yang lain. Sistem yang lebih sempurna pengaturannya dan yang sesuai dengan fitrah kita sebagai manusia yang lemah dan terbatas. Maka diperlukan aturan yang sangat super power dan dapat mendatangkan rahmat bagi seluruh alam. 

Bukan terus menerus bersandarkan diri kepada aturan sudah pasti rusaknya bahkan bukan hanya dalam permasalahan pandemi saja. Bahkan pada permasalahan lain ternyata sungguh banyak dapat kita indra faktanya, baik  dari sistem ekonomi, politik dan sebagainya.

Khilafah, iya benar. Itulah jawabannya. Khilafah bukankah tidak asing lagi di telinga kita ? dengan sistem Khilafah maka segala macam problematika ummat pasti ada jawabannya. Bagaimana tidak ? asas dari sistem ini adalah mabda Islam yang meyakini bahwasanya hanya Allah saja sebagai Pencipta, Pengatur dan Pemelihara. Aturan dalam sistem ini sudah tidak diragukan lagi adalah aturan yang sempurna dan adalah kebenaran yang harus diberi tahu kepada khalayak umum. 

Pasalanya sebagaimana yang kita ketahui jejaknya saja ternyata ada di Indonesia. Sangat masuk akal karena dahulu sistem ini menjadikannya sebagai negara adidaya yang ditakuti oleh kaum penjajah. Maka, jika sekarang apabila kita mendengar dan melihat ada segelintir manusia yang takut akan opini khilafah ini padahal sudah mengetahui kebenaran dalilnya, perlu dilihat kembali mereka berpihak kepada siapa? Apakah ummat manusia atau hanya untuk segelintir kelompok saja ?

Oleh karena itu, sebagai seorang manusia yang merupakan makhluk ciptaan Allah yang sebaik-baiknya. Kita diberikan akal sebaai pembeda dengan binatang dan digunakan untuk mencerna berbagai informasi dan melihat mana yang benar dan mana yang salah. Tentu, standar benar salah harus kita kembalikan kepada Allah Al-Khlalik wa Mudabbir. Sehingga kita tidak menjadi orang yang merugi baik di dunia bahkan di akhirat. 

Caranya adalah jangan menutup diri dengan ilmu islam, bahkan sudah membangun tembok besar agar tidak diskusi terkait dengan probematika ummat. Ikutilah kajian-kajian islam dan teruslah mencari ilmu karena ibadah tanpa ilmu akan sia-sia. Pun llmu tanpa ibadah juga percuma. Maka jadilah ummat islam sebagaimana firman Allah di Surah Al-fatihah Ayat 6-7 “Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” 

Perlu diingat lagi bahwasanya kita hidup di dunia ini tujuannya adalah untuk beribadah kepada Allah. Bukan beribadah kepada manusia dan sebagainya. Maka luruskanlah niat kita semata hanya untuk menghamba kepad Allah, karena hanya kepada-Nya sajalah kelak kita bernaung pada saat tidak ada yang dapat memberikan naungan. Yaitu pada hari Akhirat kelak. Maka lekas perbaiki diri apabila sadar ada yang salah. Karena jika menunggu nanti-nanti, maka sesungguhnya Ajal tidak menunggu nanti. Wallahu ‘alam.

Oleh: Annisa Fatimah (Aktivis Mahasiswa)

Posting Komentar

0 Komentar