TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Wahyudi Al Maroky Ungkap Sosok Ali Baharsyah Tak Layak Dikriminalisasi




TintaSiyasi.com-- Direktur Pamong Institute Wahyudi al Maroky mengungkap sosok aktivis Islam dan aktivis kemanusiaan Ali Baharsyah tak layak dikriminalisasi. "Iya kalau kita tahu, Ustaz Ali Baharsyah ini kan seorang aktivis, bapak muda yang baru punya anak kecil, background-nya memang aktivis dakwah," ungkapnya dalam acara Bincang Bersama Wahyu: Ustaz Ali Baharsyah Dikriminalisasi Karena Dakwah, Sabtu 3/10/2020 melalui kanal Youtube Jakarta Qolbu Dakwah.

Selain itu, Wahyudi mengabarkan bahwa Ali Baharsyah selain aktivis dakwah juga sosok guru ngaji yang mengajar di TPA. "Bukan hanya aktivis dakwah, guru ngaji juga, ngajar anak TPA, ngajarin ngaji, sehingga anak-anak TPA itu merasa kehilangan begitu Ustaz Ali ditahan sejak lima bulan lalu, sebelum bulan puasa, seharusnya bisa diajari dan enggak tahu siapa yang bertanggung jawab ngajari anak-anak itu," bebernya.

Atas keadaan ini, ia merasa prihatin dan sangat menyayangkan terhadap penahanan Ali Baharsyah. Ia juga mempertanyakan alasan penegak hukum yang lebih suka menahan Ali.

Apalagi ia mengetahui Ali merupakan sosok yang humanis dan aktivis kemanusiaan. "Sosok yang humanis, seorang aktivis kemanusiaan banyak melakukan bantuan-bantuan, menyalurkan bantuan, membantu daerah-daerah terkena bencana, harusnya ini jadi pertimbangan," sanggahnya.

"Intinya Ustaz Ali ini orang yang baik, saya bisa menilai itu, kemudian faktanya juga begitu, tidak ada dia membuat kriminal, tidak ada dia tawuran, tidak ada dia narkoba, tidak ada dia merugikan negara, tidak ada dia korupsi uang negara," tegasnya.

Bahkan, ia menegaskan, Ali Baharsyah banyak membantu masyarakat yang kesulitan, ikut mendidik anak-anak yang belajar TPA, ikut dakwah. Selain itu, ia mengungkap, Ali Baharsyah ikut melakukan aktivitas ya yang paling berat dan besar yaitu menasehati penguasa. 

"Kan dakwah itu, dakwah itu dia menyampaikan kebenaran, kemudian ada dia mengkritik dan menasehati penguasa supaya tidak melakukan kesalahan lebih jauh lagi. Ini itu tidak ada yang dirugikan, kenapa dia diperlakukan seperti itu? Ini sosok beliau," pungkasnya.[] 

Reporter: Dewi Srimurtiningsih

Posting Komentar

0 Komentar