TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

UU Omnibus Law Lahir dari Rahim Demokrasi untuk Kepentingan Kaum Kapitalis yang Rakus


Aksi demo besar-besaran terjadi diberbagai kota besar Indonesia, yang dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat terdiri dari mahasiswa, kaum buruh dan masyarakat umum. Mereka menuntut dibatalkan UU Omnibus Law yang belum lama ini disahkan oleh dewan perwakilan rakyat (DPR). 

Diberitakan dari media online maupun video live yang tersebar di media sosial bahwa aksi tersebut terjadi kerusuhan, keributan, hingga pembakaran fasilitas umum. Hingga saat ini sebab terjadinya kerusuhan tersebut belum jelas darimana sumber dan otak pelakunya, entah dari pihak peserta aksi atau aparat. Namun dilihat dari berbagai daerah bahwa hampir semua aksi terjadi kerusuhan, seperti jakarta, jogjakarta, Surabaya, Sulawesi dan lainnya. Bisa jadi rasa marah dikarenakan tidak ada perwakilan untuk menemuinya.
https://news.detik.com/berita/d-5206383/demo-omnibus-law-rusuh-mui-minta-jokowi-tak-biarkan-aparat-brutal

Jika dirunut dari permasalahan, jelas bahwa sumber utama aksi tersebut adalah pengesahan UU Omnibus Law yang disinyalir merugikan kaum buruh dan tentunya bakal menambah penderitaan rakyat di tahun kedepan. Dalam UU tersebut berisi tentang hak-hak kaum buruh yang notabene rakyat dihapus. Diantaranya uang pesangon, hak cuti yang tidak dibayar, upah minimum dihapus, sertifikat halal dihapus, pasar kerja fleksibel dan outsourcing diperluas dan sebagainya.

Sejatinya Undang-undang Omnibus Law lahir dari rahim demokrasi atas kehendak kapitalis untuk melanggengkan imperialisme di negeri Indonesia yang kaya akan sumber daya alamnya.

Sebagaimana kita ketahui, sejak negeri ini dikendalikan oleh ideologi kapitalisme, tidak satupun kebijakan yang diambil penguasa tidak berpihak kepada rakyat kecil. Sebab, pada dasarnya ideologi ini berasaskan kepentingan, yang dalam hal ini tentu kepentingan kaum kapitalis. Mereka tidak mau rugi, bahkan ingin selalu menumpuk dan menjarah apa yang dipunyai negeri ini.

Dari sini jelas bahwa kebijakan UU Omnibus Law Cipta Kerja demi kepentingan para kaum kapitalis. Penguasa merupakan bonekanya demi mencari keuntungan pribadi. Sedangkan rakyat selalu dijadikan korban, yang diperas dan dicekik hingga tak berdaya.

Inilah ideologi kapitalisme, yang sejak kelahirannya untuk menjajah negeri-negeri lain terutama muslim. Ideologi ini akan terus dijalankan dan diamankan oleh barat selaku pengembannya, lewat sistem demokrasi dengan selalu membuat undang-undang. https://mediaumat.news/sistem-kapitalisme-dan-penjajahan-adalah-satu-kesatuan/

Kapitalisme akan tumbang tatkala rakyat sadar atas kekejaman dan paham sejarah lahirnya kapitalisme yang tak lain dari manusia sendiri demi kepentingan segelintir orang. 

Kapitalisme akan tumbang, tatkala umat sadar dan paham bahwa ada sistem terbaik yang dicipta oleh Allah SWT untuk mengatur umat manusia. Agar mereka dapat merasakan dan menikmati hidup penuh kedamaian, kemakmuran, kesejahteraan dan segala kebaikan lainya. 

Sistem terbaik tersebut tidak lain adalah Daulah Khilafah Islamiyyah yang menerapkan hukum-hukum Allah SWT secara kaffah. Sistem tersebut telah dibuktikan kemuliaannya sejak masa Rasulullah Saw hingga kekhilafahan Turki Utsmaniyah yang dihancurkan barat dan kemudian dihapus dan diganti dengan Republik oleh antek Inggris bernama Mustafa Kamal Attaturk laknatullah.

Namun tumbangnya kapitalisme dan tegaknya al-Khilafah tergantung para pejuangnya. Apakah ghiroh dakwahnya terbakar untuk terus menjelaskan kepada umat ataukah futur dan enggan untuk terjun ke masyarakat. Dan apakah para pengemban dakwahnya ikhlas ataukah hanya mencari nama dihadapan manusia. Sebab keduanya ini sangat berpengaruh atas keberhasilan dakwah tegaknya sistem Islam. Wallahua'lam bishowwab.[]

Oleh: M Azzam Al Fatih

Posting Komentar

2 Komentar

  1. istilah Komunisme dan Kapitalisme pada realitanya hanya membingungkan umat tentang tata kelola ekonomi sebaiknya dikelola negara atau dikelola swasta(pribadi/ormas), sehingga perekonomian berjalan di tempat yg tentunya memberikan kesempatan negara lain berkembang lebih cepat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bahkan 2 istilah hanya untuk menimbulkan saling fitnah menurut saya, tentunya cocok untuk praktek devide et impera. apalagi kalau ada yg memaknai Komunis itu orang miskin, yatim piatu, buruh, rakyat jelata dan sejenisnya ketemu surat al ma'un jadi mulai timbul fitnah, terlihat seperti sama-sama bohong. Kapitalis biasanya dilabelkan ke pemimpin-pemimpin islam. Pada akhirnya rakyat jelata berkeinginan "menghancurkan" pemimpin2 islam atau bahkan pengusaha2 islam. Fitnah besar yg muncul?

      Hapus