Sengsara Bukan Kita






Mungkin kita tak pernah merasa sengsara 
karena kita adalah orang kaya yang bisa membeli segalanya
Atau mungkin kita tak peka dengan lingkungan di luar sana
Yang nyatanya banyak ternista

Di luar sana banyak orang yang jangankan untuk membeli rumah, pakaian mewah atau aksesoris yang serba wah, untuk makan pun mereka susah

Puluhan juta orang mengalami kemiskinan
Biaya kesehatan tak lagi terjangkau
BPJS kesehatan bertambah mahal Pendidikan sulit diakses oleh kalangan masyarakat menengah ke bawah
Pengangguran dimana-mana

Ya mungkin kita tak pernah sengsara karena kondisi kita cukup berADA
Saat butuh sesuatu apa yg kita inginkan langsung tersedia
Karena kita abdi negara
Yang mendapat fasilitas luar biasa 

Tapi sudahkah kita tau saudara-saudara kita di luar sana hari ini makan apa? dan tidur dimana? 

Bukankah harusnya negara memberikan jaminan kebutuhan pokok berupa sandang, pangan dan papan untuk semua rakyatnya
Sekaligus pemenuhan kesehatan, pendidikan dan keamanan bagi warganya

Beginilah fakta ketika negeri ini tidak menerapkan sistem Islam yang dapat memenuhi semua
Sistem yg bersumber dari Pencipta manusia 
Yang dengannya keberkahan langit dan bumi akan terbuka

Negeri ini adalah negeri yang menerapkan sistem kapitalis liberal
Dimana jurang antara si miskin dan si kaya makin kental
Persoalan rakyat bukan masalah yang krusial

Jika negara peduli mengapa menjadikan hutang dan pajak sebagai sumber pemasukan? 
Bukankah itu menyengsarakan?

Ya mungkin kita tak sengsara karena sayangnya Allah pada kita
Tapi apakah kita juga sama?
Menjadikan Allah satu-satunya yang berhak disembah dan diibadahi
Dan menjadikan aturan Nya sebagai solusi

Islam bukan hanya agama tapi juga ideologi
Yang mengatur kehidupan dari segala lini
Sempurnanya tak ada yang menandingi
Karena bersumber dari Ilahi Robbi Yang Maha Tinggi


Oleh : Seddwi Fardiani (Pemerhati Masalah Publik dan Member AMK)


Posting Komentar

0 Komentar