TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Sembilu Palu




Tersayat sembilu hati rakyat 
Saat penyambung lidah rakyat mengetok palu ajaib
Lebamkan hati rakyat atas nama rakyat 
Pertanda hati nurani wakil rakyat telah raib 

Palu di ruangan berdebam memilukan
Mengundang rakyat turun ke jalan
Teriakan revolusi dikobarkan 
Perjuangkan mata hati keadilan 

Selamat datang di negeri dagelan
Kala mata-mata terpejam tuk persiapan ibadah malam
Di ruang sidang suara-suara masih lantang bersahutan
Kejar tayang mengesahkan aturan dzalim nan muram 

Selamat datang di negeri dagelan
Saat suara rakyat tak didengar oleh wakil rakyat
Tanya pun menggema dalam dada
Sebetulnya mereka wakil rakyat yang mana? 

Kaum buruh kian menjerit
Sebab sah nya aturan yang menghimpit
Kaum pribumi kian terasing
Sedang asing kian mendapat banyak nasi di piring

Kelak jangan terperanga saat hutanmu menjadi gedung pencakar langit
Jangan terkesima saat sawahmu digusur jadi sempit
Saat pemodal menanam banyak duit
Penguasa bertekuk lutut tak berani bercuit 
Sungguh ironi negeri yang morat-marit

Ah, sudahlah
Mereka yang mengaku mewakilimu 
Nyatanya mengkhianatimu 
Butuh dirimu cuma saat jarimu tercelup tinta biru 
Masihkah bertahan pada harapan palsu? 

Ketidakadilan kian merajalela
Akankah tetap bertahan pada aturan manusia?
Yang jelas-jelas membawa sengsara
Aturan yang jauh dari kebaikan semesta

Maka, sudah saatnya kita buka mata
Kembali kepada aturan-Nya 
Agar hidup sejahtera di dunia hingga ke alam baka 
Sebab semua nikmat yang kita terima
Akan ada tanyanya

Oleh: Linda Wijayanti, S.Pd. 

Posting Komentar

0 Komentar