TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Sekjend FDMPB Bongkar Bobroknya Sistem Demokrasi dan Ajak Sadar Islam




TintaSiyasi.com-- Sekretaris Jenderal  Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa (Sekjen FDMPB) Dr. Faqih Syarif H, M.Si., membongkar penyebab karut-marutnya negeri ini adalah penerapan sistem demokrasi kapitalisme.

"Sebenarnya ini adalah persoalan sistem, karena mengambil sistem demokrasi kapitalisme," tuturnya dalam FGD FDMPB (Fokus Grup Diskusi Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa) #7 Menimbang Dampak UU Omnibus Law, Sabtu (10/10/2020) di kanal Youtube FDMPB. 

Menurutnya, demokrasi yang memiliki slogan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat membuat rakyat memilih pemimpinnya sendiri. Ia menambahkan, pemimpin yang diajukan partai politik diduga kuat dibiayai oleh parpol untuk kepentingan para kapital, maka wajar jika sudah terpilih bukan lagi untuk kepentingan rakyat.

"Maka, sistem yang kayak gini ya lumrah, kalau menelorkan Undang-undang Ciptaker, UU Minerba, dan macam-macam sesuai kepentingan para kapitalis," ungkapnya.

Ia menegaskan, inilah hakikat demokrasi dan kebobrokan demokrasi. "Kemudian apa yang terjadi sekarang ini, harus membangun kesadaran diri kita," ajaknya.

Ia sering menyampaikan, semua ini akibat banyak yang kehilangan kesadaran dan rasa. "Hebat merasa itu baik, tapi kalau merasa hebat itu bahaya. Kemudian, kuat merasa itu baik, tapi kalau merasa kuat kemudian dia menghalalkan segala cara, maka ini akan menjadi masalah di dalam budaya kita," bebernya.

Sekarang, ia mengajak untuk melihat bagaimana arogansi para pemangku kebijakan, arogansi eksekutif, legislatif, yudikatif, yang katanya pemerintahan dari, oleh, dan untuk rakyat. 

"Ternyata ketika memilih pemimpin, parpollah yang mengajukan dan parpol-parpol itu sarat dengan kepentingan para kapital tadi," sanggahnya.

Ia pun menghimbau untuk membangun lima kesadaran yang banyak hilang, yaitu sadar Tuhan, sadar diri, sadar hidup, sadar masalah, dan sadar bahagia.

"Masalah itu terjadi karena tidak ada sadar Tuhan, diri, dan hidup. Maka di sini perlu sadar masalah untuk mengevaluasi diri, bahwa ini terjadi karena kerusakan sistem. Kalau tidak sadar hancur negeri ini, sadar masalah ini membuat kita tobat," paparnya.

Menurutnya, setelah menyadiri akan adanya Tuhan yang Maha Menciptakan, menyadari diri sebagai hamba, yang hidup dan menghadapi masalah akhirnya membuat kita kembali kepada aturan yang telah Allah SWT turunkan. 

"Kita punya Allah, kita punya sistem yang luar biasa tapi karena kesombongan dan kecongkakan kita, kita tidak pernah melirik sistem Islam yang sempurna dan paripurna ini," pungkasnya.[] Ika Mawarningtyas

Posting Komentar

0 Komentar