TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Sejarah: Panduan Kehidupan Tolok Ukur Peradaban



Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berencana membuat mata pelajaran sejarah menjadi tidak wajib dipelajari siswa SMA dan sederajat. Di kelas 10, sejarah di gabung dengan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Sementara bagi kelas sebelas dan dua belas mata pelajaran sejarah hanya masuk dalam kelompok peminatan yang tak bersifat wajib. (CNNIndonesia,18/09/2020)

Tapi kemudian hal itu direvisi kembali, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memastikan tidak ada rencana untuk menghapus Mata Pelajaran (mapel) sejarah dalam kurikulum baru yang sedang disiapkan kementriannya.(CNNIndonesia, 20/09/2020)

Hal ini menjadi tanda tanya besar mengapa sejarah yang begitu penting maknanya demi kemajuan suatu bangsa lantas kemudian sekarang ingin dihapuskan? Padahal menurut Ismail Yusanto yang dilansir dari situs Media Umat menyampaikan, "Penting bagi kita untuk menggali kebenaran, masa lalu itu kunci untuk menghadapi masa depan, kita harus menggali kebenaran dan apabila bisa diungkap kita bisa mendapatkan ibrah,” ungkap Penasihat Komunitas Literasi Islam (KLI) Ustadz Muhammad Ismail Yusanto sesaat sebelum pemutaran premiere JKdN, Kamis (20/8/2020).

Dalam dunia pendidikan Islam khususnya kelas Madrasah Aliyah sejarah kebudayaan Islam itu menjadi mata pelajaran wajib. Bahkan seharusnya pelajaran Islam dipahami sebagai suatu ajaran. 

Masyarakat harus memahami bahwa kebijakan ini membahayakan bagi anak sebagai generasi bangsa. Setiap siswa harus memiliki kesadaran tinggi terkait pentingnya sejarah bagi kemajuan peradaban suatu bangsa. Jika nilai dan perjuangan sejarah dihilangkan bagaimana masyarakat negeri ini bisa menuju kejayaan. 

Sejarah suatu bangsa merupakan tolak ukur dan cerminan yang bisa dijadikan sebagai pijakan agar tidak mengulangi kesalahan di masa yang akan datang.

"Sejarah itu istimewa bagi orang yang beriman"  (Budi Ashari)

Benar apa yang dikatakan Ust Budi Ashari bahwa sejarah itu istimewa bagi orang yang beriman. Karena orang yang beriman lah yang akan menyadari betapa pentingnya peristiwa sejarah bagi perubahan kehidupan dimasa depan. Allah sebagai pencipta manusia menjadikan Al-Qur'an sebagai panduan dan petunjuk kehidupan yang isinya kebanyakan menceritakan sejarah di masa lalu. 

Bahkan setelah diteliti isi Al-Qur'an 1/3 bagiannya adalah sekumpulan sejarah. Contoh yang paling berharga dalam surat al- Hasyr, Allah menceritakan bagaimana cara menghadapi dan mengalahkan orang Yahudi yang membangkang pada Islam. Hal ini bisa kita jadikan panduan dan solusi hari ini dimana keterpurukan yang terjadi pada kaum muslim yang dijajah oleh Yahudi. 

Selain itu jika sejarah bangsa ini diperdalam dan diajarkan di sekolah sejak awal datangnya penyebaran Islam di nusantara, serta  hubungan khilafah Islam dengan tokoh di nusantara.

Maka generasi penerus bangsa akan bangkit dan muncul semangat juang untuk mengganti peradaban dari peradaban kapitalisme yang bobrok merugikan dan menzalimi masyarakat. Menghancurkan generasi menjadi peradaban Islam yang akan memajukan generasi menuju kesejahteraan dan membentuk pribadi yang memiliki norma dan pribadi yang mulia. Oleh karena itu sistem kapitalis yang tegak hari ini akan berupaya sekuat tenaga untuk menghentikan lajunya kebangkitan Islam melalui penguburan dan pengaburan sejarah. Wallahu a'lam.[]


Oleh : Ummu Fatihah

Posting Komentar

0 Komentar