TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Sahabat Ali Baharsyah Diapresiasi Hakim dan Membuat JPU Merinding

Foto Ali Baharsyah


TintaSiyasi.com-- Meski AC di Ruang Sidang Sujudi Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tidak terasa dingin karena banyaknya orang yang masuk di ruang sidang, namun para ulama dan aktivis Islam dengan khusyuk membaca shalawat Asyghil, sebagai bentuk dukungan kepada aktivis Islam dan aktivis kemanusiaan Ali Baharsyah yang didakwa delik ujaran kebencian, Kamis (1/10/2020). 

Bahkan sampai-sampai Jaksa Penuntut Umum (JPU) merinding mendengarnya.  “JPU mengucapkan ‘Saya merinding’ saat mendengar para peserta sidang menyenandungkan shalawat Asyghil sebelum sidang berlangsung,” ujar Ustaz Tisna as-Syirbuni, Pimpinan Sahabat Ali Baharsyah, kepada Tintasiyasi.com, Jumat (2/10/2020).

Menurut Tisna, lantai 3 PN Jakpus penuh dengan banyaknya aktivis dakwah yang hadir kemarin memberikan dukungan kepada Ali Baharsyah, jumlah mereka banyak namun tetap tertib dan disiplin.

“Hal ini mendapatkan apresiasi dari Ketua Majelis Hakim, dengan mengatakan pembacaan putusan majelis hakim nanti hari senin di ruangan yg lebih besar di lantai 1,” beber Tisna.

Sebagaimana Kuasa Hukum Ali Baharsyah, Tisna dan rombongan aktivis Islam yang memberikan dukungan kepada Ali dengan bergiliran hadir dalam bersidangan, merasa optimis rekan seperjuangan di jalan dakwah tersebut bisa bebas. “Karena tidak bersalah!” tegas Tisna.

Untuk mendukung pendapatnya, Tisna pun mengungkap fakta-fakta persidangan. Pertama, tidak ada yang terganggu dengan unggahan dakwah Ali Baharsyah, karena tidak ada korban yang melaporkan Ali Baharsyah. Kedua, unggahan Ali Baharsyah di Facebook tidak menyulut terjadinya keonaran atau keributan.

Ketiga, Ali Baharsyah mengungkapkan ujarannya dengan nada keluhan dan keprihatinan atas derita Muslim Uighur, bukan dengan nada emosi dan marah-marah. “Ini dibuktikan dari hasil alat Fret yang disampaikan oleh saksi Ahli Bahasa,” beber Tisna.

Keempat, ujaran Ali Baharsyah ketika menyebut “kafir” adalah konten dakwah, bukan ujaran kebencian. “Kata kafir bukanlah konvensi (kesepakatan manusia), namun kata kafir adalah kata absolut yang maknanya dari Tuhan atau Allah SWT, yang dalam KBBI kata kafir adalah orang yang tidak percaya kepada Allah dan Rasul-Nya,” jelas Tisna.

Ia juga mengajak kaum Muslimin untuk membantu dengan turut mendoakan Ali Baharsyah agar bebas dari semua dakwaan. “Sehingga Ali Baharsyah dinyatakan tidak bersalah dan bebas murni,” pungkasnya.[] Achmad Mu'it


Posting Komentar

3 Komentar